Dembele tampil luar biasa sepanjang musim 2024/2025. Ia mengoleksi 35 gol dan 16 assist di semua kompetisi, sekaligus membawa PSG menyapu bersih lima gelar, mulai dari kompetisi domestik hingga Eropa. Catatan impresif itu membuat namanya unggul tipis atas Yamal.
Sementara Yamal yang baru berusia 18 tahun juga tak kalah sensasional. Ia menorehkan 21 gol dan 26 assist, serta membawa Barcelona meraih treble domestik: La Liga, Copa del Rey, dan Piala Super Spanyol.
Kendati demikian, raihan tersebut belum cukup untuk menggeser Dembele dari tahta Ballon d’Or.
Kinerja Gemilang Dembele Sepanjang Musim 2024/2025
Musim ini, Dembele menunjukkan performa yang sangat mengesankan dan konsisten. Setiap penampilannya di lapangan seolah memberikan kontribusi yang signifikan bagi timnya, PSG.
Dengan 35 gol yang dicetaknya, Dembele telah menjadi salah satu penyerang paling ditakuti di Eropa. Kemampuannya untuk menemukan celah di pertahanan lawan membuatnya sering kali menjadi penyelamat bagi tim.
Tak hanya andal mencetak gol, ia juga berhasil mencatatkan 16 assist. Ini menunjukkan bahwa Dembele tidak hanya fokus pada pencapaian pribadi tetapi juga memperhatikan kebutuhan timnya.
Perjalanan Yamal yang Mengagumkan di Barcelona
Di sisi lain, Yamal juga menunjukkan bakat yang luar biasa di usianya yang masih muda. Ia tidak hanya mampu beradaptasi dengan kecepatan permainan tetapi juga menjadi kunci keberhasilan Barcelona di musim ini.
Dengan koleksi 21 gol dan 26 assist, Yamal membuktikan bahwa ia adalah pemain yang patut diperhitungkan. Perannya dalam meraih treble domestik sangat vital bagi klubnya.
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Aenean bibendum in risus et aliquam. Donec ac feugiat erat, ac convallis erat.
Persaingan Ketat Menuju Ballon d’Or
Dengan pencapaian yang luar biasa dari kedua pemain ini, persaingan untuk meraih Ballon d’Or menjadi semakin ketat. Dembele, dengan semua gelar yang diraihnya, tetap menjadi favorit utama.
Namun, prestasi yang ditunjukkan Yamal tidak bisa diabaikan. Bakat muda ini menunjukkan bahwa ia memiliki masa depan yang cerah dan bisa menjadi penerus di level tertinggi.
Persaingan ini juga menciptakan dinamika baru dalam dunia sepak bola, memperlihatkan bahwa pemain muda dapat bersaing dengan pemain senior yang telah lama berkecimpung di dunia profesional.













