Tim putra Eka Mandiri Jaya berhasil menjadikan diri mereka sebagai juara Livoli Divisi I di tahun 2025. Kemenangan ini diraih setelah mereka mengalahkan PBV Bukit Asam Tanjung Enim dengan skor telak 3-0 dalam pertandingan final yang berlangsung di Sport Center Lamongan pada malam hari.
Dalam laga tersebut, set ketiga menjadi pertempuran yang paling ketat. Bukit Asam yang dilatih oleh Samsul Jais, menghadapi kekalahan tipis di set tersebut, hanya selisih dua poin dengan skor 24-26.
Pelatih Samsul Jais beranggapan bahwa mental anak asuhnya kurang siap menghadapi tekanan di laga final. Dia juga mengungkapkan bahwa meskipun memanfaatkan pemain cadangan di set ketiga, mereka mampu memberikan perlawanan yang signifikan, menunjukkan potensi yang bisa dikembangkan lebih lanjut.
Sementara itu, Galih Arta Wardhan, pelatih Eka Mandiri Jaya, mengungkapkan rasa syukurnya atas kemenangan tersebut. Ia menyampaikan bahwa meskipun timnya harus bermain tanpa setter inti, mereka berhasil menunjukkan performa yang gemilang melalui pemain pengganti yang dapat membangun kerjasama tim yang baik.
Kemenangan ini juga telah melengkapi pencapaian tim Eka Mandiri, di mana empat pemainnya berhasil meraih penghargaan individu. Rivan Nurmulki menerima penghargaan sebagai Pemain Terbaik dan juga Best Outside Hitter, menunjukkan kualitasnya di lapangan.
Selain Rivan, penghargaan Best Middle Blocker diraih oleh Tedi Hendriawan, sementara Yuriko Swenda diakui sebagai Best Opposite Spiker. Muhammad Rahmat Hidayat juga mendapatkan gelar Best Libero, mencerminkan keberhasilan tim secara keseluruhan.
Eka Mandiri Jaya tercatat sebagai tim dengan performa konsisten selama Livoli Divisi I 2025, selalu memenangkan pertandingan dengan skor 3-0. Dengan gelar juara ini, mereka mendapatkan piala, medali, dan uang pembinaan sebesar Rp 50 juta, sementara Bukit Asam memperoleh Rp 35 juta.
Kemampuan Tim dalam Menghadapi Tekanan di Pertandingan Final
Dalam setiap pertandingan final, tekanan selalu menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi hasil. Secara mental, para pemain harus memiliki ketahanan untuk menghadapi situasi sulit dan tantangan yang ada.
Tim Eka Mandiri Jaya berhasil menghadapi tekanan tersebut dengan baik, berkat pengalaman dan strategi yang diterapkan. Mereka menunjukkan performa yang solid, terutama dalam menyusun serangan, meskipun harus melakukan penyesuaian mendalam pada susunan pemainnya.
Pelatih Galih Arta Wardhan mengatakan bahwa timnya telah mempersiapkan mental dan strategi dengan matang. Menyediaan waktu ekstra untuk berlatih dan beradaptasi merupakan kunci keberhasilan mereka dalam menghadapi tekanan di pertandingan final ini, memberikan hasil yang memuaskan.
Di sisi lain, faktor mental juga tampaknya menjadi kekurangan bagi Bukit Asam. Pelatih Samsul Jais mengakui bahwa mental anak asuhnya perlu diperkuat agar bisa bersaing di level tinggi. Melihat potensi yang ada, ia percaya bahwa dengan bimbingan yang tepat, mereka bisa kembali bangkit dan tampil lebih baik di kesempatan mendatang.
Pentingnya Kerjasama Tim dalam Meraih Kemangan
Dalam olahraga tim, kerjasama antar pemain adalah kunci utama untuk meraih kemenangan. Tim Eka Mandiri Jaya menunjukkan contoh yang sangat baik akan hal ini, di mana setiap anggota berkontribusi untuk menciptakan permainan yang harmonis.
Pelatihan yang intensif membuat mereka mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan dalam susunan pemain. Galih Arta Wardhan menekankan pentingnya komunikasi dan sintesis dalam setiap strategi yang mereka terapkan selama pertandingan.
Melalui kerjasama yang solid, Eka Mandiri Jaya mampu menunjukan keterampilan individual yang luar biasa, yang pada gilirannya menguntungkan tim secara keseluruhan. Pemain saling mendukung untuk menciptakan peluang serangan dan pertahanan yang efektif.
Tak hanya itu, pelatih Samsul Jais juga menyoroti pentingnya kerjasama dalam tim. Mengeksplorasi potensi masing-masing pemain dan memaksimalkan peran di lapangan menjadi fokus tim Bukit Asam ke depannya. Pengalaman dari pertandingan ini diharapkan menjadi pelajaran berharga untuk masa depan.
Mencapai status juara tidak pernah menjadi hal yang mudah. Bali Eka Mandiri Jaya melalui perjalanan panjang dan penuh perjuangan untuk sampai pada tahap ini, yang meliputi latihan keras serta evaluasi berkelanjutan.
Setiap pertandingan adalah ujian yang menuntut ketahanan fisik dan mental. Pemain dituntut untuk dapat beradaptasi dengan berbagai situasi di lapangan, dan hal ini memerlukan waktu serta komitmen yang tinggi dari seluruh anggota tim.
Pelatih Galih menekankan bahwa kerja keras dan dedikasi adalah kunci sukses mereka. Setiap sesi latihan disusun dengan tujuan meningkatkan kekuatan individu dan kolektif, memperhatikan setiap detail dalam permainan untuk meraih kemenangan.
Walaupun perjalanan menuju juara dipenuhi tantangan, ketekunan dan semangat juang dari setiap pemain menjadi daya dorong utama dalam menciptakan sejarah. Keberhasilan ini memberi inspirasi bagi generasi mendatang tentang arti dari kerja keras dan kerjasama.













