Peristiwa tragis yang menimpa seorang bocah berinisial E (9) di Cilegon, Banten, mengundang perhatian masyarakat luas. Korban ditemukan tewas dengan luka serius di rumah mewah tempat tinggalnya, menimbulkan pertanyaan serius tentang keselamatan dan keamanan anak-anak di lingkungan tersebut.
Menurut informasi dari kepolisian, CCTV yang seharusnya merekam kejadian tersebut sudah dalam keadaan rusak selama dua minggu. Hal ini membuat pencarian bukti menjadi lebih kompleks, sementara pihak kepolisian berupaya menemukan rekaman dari kamera lain di sekitarnya.
AKP Sigit Dermawan, Kasi Humas Polres Cilegon, menyampaikan bahwa penyelidikan masih berlangsung. Sigit mengharapkan agar masyarakat dan media dapat memberikan doa serta sabar menunggu perkembangan kasus ini.
Detail Kejadian yang Menggemparkan Cilegon
Peristiwa ini terjadi pada Selasa (16/12) sekitar pukul 14.20 WIB. Ayah korban, HM, menerima panggilan telepon panik dari anak keduanya, D, yang meminta pertolongan setelah menemukan kondisi kakaknya yang mengenaskan.
Setelah mendapatkan informasi yang mencemaskan itu, HM segera pulang dari tempat kerjanya dan bergegas ke rumah. Saat tiba, ia mendapati E tergeletak di lantai dengan luka pendarahan parah.
Meskipun cepat dibawa ke rumah sakit terdekat, nyawa E tidak bisa diselamatkan saat tiba di Rumah Sakit Bethsaida. Kematian yang mengejutkan ini meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga dan orang-orang di sekitarnya.
Proses Penyidikan yang Masih Berjalan
Polisi sedang berusaha mengumpulkan informasi lebih lanjut untuk mengidentifikasi penyebab kematian E. Sejauh ini, sudah ada tujuh saksi yang diperiksa untuk memberikan keterangan tentang peristiwa tersebut.
Selain dari keluarga, pihak kepolisian juga mencari informasi dari tetangga yang dapat memberikan wawasan lebih. Sigit Dermawan menegaskan pentingnya rekaman CCTV untuk membantu penyelidikan kasus ini.
Meskipun penyelidikan masih dalam tahap awal, pihak kepolisian mengonfirmasi tidak adanya barang-barang yang hilang dari lokasi kejadian. Ini menimbulkan spekulasi mengenai apakah kejadian ini merupakan bagian dari perampokan atau motif lain yang lebih rumit.
Reaksi Masyarakat dan Lingkungan Sekitar
Kematian anak yang tragis ini mengguncang warga Cilegon, yang merasa khawatir terhadap keselamatan anak-anak di lingkungan mereka. Banyak yang mempertanyakan keamanan di perumahan yang seharusnya adalah kawasan aman.
Forum komunikasi warga di daerah tersebut mulai dibentuk untuk membahas langkah-langkah pencegahan agar peristiwa serupa tidak terulang. Diskusi mengenai pentingnya pengawasan dan dukungan satu sama lain semakin mengemuka.
Bukan hanya keluarga korban yang merasakan dampak, tetapi juga masyarakat yang terdampak secara psikologis. Orangtua lainnya mulai lebih waspada dan aktif berkoordinasi untuk menjamin keamanan anak-anak mereka.











