Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memberikan informasi penting mengenai dampak perubahan iklim di Indonesia. Penelitian ini mencakup berbagai aspek lingkungan yang memengaruhi kehidupan sehari-hari dan kesehatan masyarakat.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan bahwa pengamatan iklim di wilayah Indonesia sudah dilakukan sejak abad ke-19. Proses pemantauan ini semakin meluas pada pertengahan abad ke-20, mencakup lebih banyak lokasi dengan data yang lebih akurat.
Faktor Utama dalam Perubahan Iklim di Indonesia
Pemantauan perubahan iklim mencakup berbagai aspek, di antaranya adalah kenaikan temperatur udara. Sejak tahun 1860, Indonesia mengalami tren peningkatan suhu yang signifikan.
“Posisi geografis Indonesia yang terletak di daerah tropis sangat memengaruhi pola iklim dan cuaca,” ungkap Ardhasena. Perubahan ini memengaruhi cuaca lokal serta ekosistem yang ada.
Selain kenaikan temperatur, indikator penting lain yang diamati adalah curah hujan. BMKG mencatat variasi curah hujan yang sangat bervariasi di berbagai wilayah, dengan beberapa tempat mengalami peningkatan, sementara yang lain justru mengalami penurunan.
Pola curah hujan ini menunjukkan dampak langsung dari perubahan iklim yang tidak dapat diabaikan. Penurunan curah hujan di wilayah tertentu dapat menyebabkan kekeringan, sedangkan peningkatan hujan di tempat lain dapat menghasilkan banjir.
Dampak Perubahan Iklim terhadap Masyarakat dan Lingkungan
Dampak perubahan iklim sudah mulai dirasakan, terutama pada tahun 2024 yang tercatat sebagai tahun terpanas dalam sejarah pengamatan iklim Indonesia. Kenaikan suhu ini berpotensi menyebabkan gangguan pada pola cuaca di seluruh nusantara.
Diperkirakan tahun 2026 tidak akan mencatat suhu lebih tinggi dari tahun 2024, berkat fenomena La Nina yang dapat mendinginkan suhu. Meskipun begitu, hal ini tidak berarti bahwa masalah pemanasan global sudah teratasi.
“Yang kita lakukan dengan La Nina hanya menjadi penawar sementara,” jelas Ardhasena. Kita tetap harus waspada terhadap tren pemanasan yang terus berlanjut dalam jangka panjang.
Gelombang panas menjadi salah satu dampak yang patut dicermati. Meskipun Indonesia memiliki kondisi udara yang cenderung vertikal, berpotensi menghalangi gelombang panas, peningkatan suhu secara gradual tetap dapat memengaruhi kesehatan masyarakat.
Langkah-langkah Mitigasi dan Adaptasi yang Diperlukan
Untuk menghadapi tantangan akibat perubahan iklim, penting bagi semua pihak untuk mengambil langkah proaktif. Mitigasi dan adaptasi adalah dua pilar utama yang harus dijadikan fokus dalam perencanaan masa depan.
Mitigasi dapat dilakukan dengan cara mengurangi emisi gas rumah kaca melalui penggunaan energi terbarukan. Ini adalah langkah penting yang diperlukan untuk memperlambat laju pemanasan global.
Sementara itu, adaptasi bisa mencakup penyesuaian kebijakan dalam pengelolaan sumber daya air dan strategi pertanian. Mengembangkan varietas tanaman yang tahan iklim dan mempromosikan teknik pertanian berkelanjutan sangatlah krusial.
Kerja sama antar pemerintah, masyarakat sipil, dan sektor swasta perlu ditingkatkan. Upaya kolektif ini akan menghasilkan strategi yang lebih efektif dalam menanggulangi dampak perubahan iklim di Indonesia.











