Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat telah mengirimkan bantuan darurat kepada masyarakat yang terkena dampak banjir. Bantuan ini penting karena akses jalan menuju kawasan tersebut masih terputus, mengakibatkan banyak warga tidak dapat menjangkau kebutuhan pokok mereka.
Bantuan ini meliputi logistik makanan dan kebutuhan dasar lainnya, yang disalurkan melalui udara dengan menggunakan helikopter. Pelaksana Tugas Kepala BPBD Aceh Barat, Teuku Ronal, mengatakan bahwa kendati kondisi jalan yang rusak parah, upaya distribusi tetap dilaksanakan untuk meringankan beban warga.
Distribusi bantuan yang dilakukan melalui udara ini menjadi satu-satunya pilihan, mengingat akses darat ke kawasan Sikundo mengalami kerusakan yang signifikan. Upaya ini menunjukkan kepedulian pemerintah kepada masyarakat yang terisolasi akibat bencana alam.
Keadaan Darurat dan Upaya Penanganan di Aceh Barat
Kondisi darurat ini telah berlangsung cukup lama, dengan 40 kepala keluarga di kawasan pedalaman terpaksa terisolasi. Bupati Aceh Barat, Tarmizi, menjelaskan bahwa masyarakat di Sikundo tidak bisa keluar karena jalan yang hancur akibat banjir.
Hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut menyebabkan jalan sepanjang lima kilometer berubah menjadi aliran sungai, mengakibatkan akses menjadi sangat berbahaya. Jembatan penghubung yang ada pun hanyut terbawa air, membuat situasi semakin kritis.
Untuk mencapai kawasan yang terisolasi, hanya beberapa orang yang berani menyusuri aliran sungai dengan menggunakan ban bekas. Tindakan ini sangat riskan dan dapat membahayakan keselamatan jiwa, sehingga banyak warga memilih tetap berada di rumah.
Dampak Banjir Terhadap Masyarakat Lokal
Dampak banjir ini tidak hanya menyulitkan mobilitas tapi juga mengancam ketersediaan bahan makanan dan obat-obatan. Tarmizi menyebutkan bahwa seratusan warga kini menderita kekurangan pasokan bahan pokok.
Masyarakat setempat merasa terjebak di bawah ancaman kelaparan, dan mereka sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah. Situasi ini diperparah dengan tidak adanya akses alternatif yang aman untuk keluar dari kawasan tersebut.
Pemerintah setempat telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk mendatangkan bantuan logistik. Namun, tantangan besar tetap dihadapi dalam mencapai lokasi-lokasi yang terisolasi.
Pentingnya Infrastruktur yang Tangguh di Wilayah Rawan Bencana
Pengalaman ini menyoroti pentingnya memperkuat infrastruktur di daerah-daerah rawan bencana. Dengan adanya infrastruktur yang lebih baik, masyarakat akan lebih siap menghadapi kemungkinan bencana di masa mendatang.
Pembangunan jembatan dan perbaikan jalan harus menjadi prioritas untuk menghindari terisolasinya masyarakat. Investasi pada infrastruktur ini tidak hanya akan membantu dalam penanganan bencana tetapi juga peningkatan kualitas hidup masyarakat lokal.
Sejarah mencatat banyak bencana yang telah menghantam kawasan tersebut, dan setiap kali kejadian serupa muncul dengan kerugian yang signifikan. Oleh karena itu, tanggap darurat dan upaya jangka panjang perlu dilakukan secara bersamaan untuk mengurangi risiko yang ada.











