Menteri Haji dan Umrah, M. Irfan Yusuf, yang akrab disapa Gus Irfan, menyampaikan target penting bagi Indonesia dalam upaya pengembangan infrastruktur haji. Hotel milik Indonesia di Makkah diharapkan dapat digunakan pada musim Haji tahun 2027, menunjukkan komitmen pemerintah untuk meningkatkan layanan bagi calon jemaah haji.
Gus Irfan mengungkapkan bahwa lokasi hotel tersebut terletak di Tahrir, Makkah. Dengan adanya pembangunan ini, jemaah haji Indonesia akan mendapatkan fasilitas yang lebih baik selama menjalankan ibadah haji.
Menurut Gus Irfan, kemungkinan hotel tersebut baru akan selesai dibangun dan siap digunakan pada tahun 2027. Ini menjadi langkah besar dalam memastikan kenyamanan jemaah haji Indonesia yang selalu meningkat setiap tahunnya.
Rencana Pembangunan Kampung Haji Indonesia di Makkah
CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, memaparkan bahwa pembangunan Kampung Haji Indonesia direncanakan dimulai pada kuartal keempat tahun 2026. Ini adalah inisiatif yang menunjukkan perhatian serius terhadap kebutuhan jemaah haji dari Indonesia.
Saat ini, area Tahrir di Makkah yang akan dikembangkan terus disurvei oleh Kementerian Haji dan Umrah. Ini merupakan langkah awal penting untuk memastikan bahwa semua persiapan dapat dilakukan secara menyeluruh.
Rosan juga mencatat bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari diplomasi yang efektif dari pemerintah Indonesia. Hotel di Makkah adalah harapan bagi banyak pihak untuk meningkatkan pengalaman haji bagi masyarakat Indonesia.
Investasi Besar dalam Infrastruktur Hotel Haji
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa Indonesia kini resmi punya hotel di Makkah, sebagai bagian dari proyek Kampung Haji. Hal ini tentu sangat menggembirakan mengingat tingginya jumlah jemaah haji dari Indonesia.
Indonesia telah menginvestasikan sekitar US$800 juta atau sekitar Rp13,34 triliun untuk membangun 13 tower hotel dan mall di kawasan tersebut. Ini menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah untuk menyediakan sarana yang lebih baik bagi jemaah haji.
Ketersediaan infrastruktur yang memadai diharapkan dapat mengatasi masalah akomodasi yang sering dialami oleh jemaah haji, terutama saat musim haji tiba. Dengan banyaknya hotel dan fasilitas yang akan dibangun, kenyamanan jemaah akan menjadi prioritas utama.
Pengembangan di Area Novotel Makkah Thakher City
Informasi lebih lanjut mengenai investasi juga mencakup pembelian Novotel Makkah Thakher City, yang berada 2,5 kilometer dari Masjidil Haram. Hal ini menunjukkan bahwa lokasi yang strategis dan dekat dengan tempat ibadah utama menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan ini.
Hotel yang sudah ada ini memiliki tiga tower dengan total 1.461 kamar, cukup untuk menampung 4.383 jemaah haji. Dengan tambahan pembangunan 13 tower, jumlah total kamar akan bertambah signifikan, yaitu menjadi 6.025 kamar untuk menampung 23 ribu jemaah haji.
Tim pengembang berkomitmen untuk menyelesaikan semua rencana pembangunan tersebut dengan sebaik-baiknya. Harapan besar diletakkan pada kampung haji ini agar benar-benar bisa menjadi tempat tinggal yang nyaman dan memenuhi kebutuhan jemaah haji Indonesia.











