Pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban bencana banjir dan tanah longsor di Sumatra menjadi perhatian serius Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dengan menargetkan penyelesaian sebanyak 23 ribu unit huntara, upaya ini diharapkan dapat terlaksana sebelum bulan Ramadan mendatang.
Target tersebut merupakan bagian dari fase transisi dari tanggap darurat menuju rekonstruksi wilayah yang terdampak. Pihak BNPB mengutamakan penyelesaian hunian sementara sebelum melanjutkan ke pembangunan hunian tetap.
Proses Pembangunan Huntara Dalam Fase Transisi
Menurut Kepala Pusat Data dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdullah Muhari, fokus utama saat ini adalah menyelesaikan pembangunan huntara. Dalam konferensi persnya, ia menekankan pentingnya penyelesaian huntara secara bertahap sebelum Ramadan agar pengungsi dapat memiliki tempat tinggal yang layak.
Selesai dari tahap darurat, pemerintah akan beralih ke fase pemulihan yang lebih panjang. Hal ini mencakup rekonstruksi kawasan yang memang membutuhkan perhatian lebih, terutama terkait pembangunan kembali infrastruktur dan pemukiman.
Berdasarkan catatan BNPB, pembangunan huntara akan disesuaikan dengan jumlah rumah yang mengalami kerusakan berat di masing-masing provinsi. Ini menjadi indikator penting dalam menentukan seberapa banyak huntara yang diperlukan.
Skema Penyaluran dan Pembangunan Huntara
BNPB membagi pembangunan huntara dalam beberapa skema, termasuk huntara fisik dan Dana Tunggu Hunian (DTH). Hingga saat ini, BNPB mencatat bahwa sekitar 2.500 unit huntara sedang dalam proses pembangunan, dan beberapa di antaranya telah selesai.
Di Aceh Tamiang, contohnya, sebanyak 200 unit huntara telah selesai dibangun. Penyaluran DTH juga diberikan kepada keluarga yang memilih tinggal sementara di rumah kerabat atau menyewa rumah lain.
Program DTH menyediakan anggaran sebesar Rp600 ribu per bulan per kepala keluarga, dengan jumlah rekening yang sudah disiapkan cukup banyak. Dalam waktu dekat, lebih banyak keluarga diharapkan dapat mengakses dana bantuan tersebut.
Tantangan dan Percepatan Proses Pembangunan
Dalam proses pembangunan huntara, BNPB menghadapi berbagai tantangan, termasuk faktor cuaca dan potensi bencana susulan. Longsor dan banjir yang mungkin terjadi menjadi pertimbangan penting dalam mempercepat pembangunan dan penyaluran bantuan.
Beberapa lokasi masih memerlukan tambahan waktu penyelesaian untuk memastikan hunian sementara bisa segera digunakan oleh masyarakat. BNPB menargetkan agar hunian ini dapat diisi oleh penghuni di awal minggu depan.
Melihat kondisi di lapangan, BNPB optimis bahwa dengan kerja sama semua pihak, pembangunan huntara dapat mencapai target yang telah ditetapkan. Hal ini tentu menjadi harapan bagi masyarakat yang terdampak bencana.









