Jawa Tengah dikenal sebagai “kandang banteng” karena dominasi PDI Perjuangan dalam pemilihan umum, baik eksekutif maupun legislatif. Julukan ini terbangun atas prestasi yang ditorehkan oleh kader-kader PDIP dalam berbagai kesempatan pemilu selama lebih dari satu dekade.
Salah satu momen bersejarah terjadi pada tahun 2008 ketika Bibit Waluyo, yang diusung PDIP, berhasil merebut kemenangan pada pemilihan gubernur. Pasangan yang diusungnya, Bibit dan Rustiningsih, menaklukkan empat kandidat lain dengan perolehan suara yang signifikan.
Pada tahun tersebut, pasangan PDIP meraih sekitar 6.084.261 suara, setara 43,44 persen, menandai awal dominasi partai ini di provinsi tersebut. Momen itu menjadi simbol kekuasaan yang melekat di benak politikus dan masyarakat Jawa Tengah.
Dominasi PDI Perjuangan dalam Pilgub Hingga Saat Ini
Dominasi PDI Perjuangan berlanjut pada Pilgub Jawa Tengah 2013, di mana kader Ganjar Pranowo berhasil mengalahkan lawan-lawannya. Ganjar yang berpasangan dengan Heru Sudjatmoko meraih suara 6.962.417 atau 48,82 persen dari total suara sah yang ada.
Pada Pilgub Jawa Tengah 2018, keberhasilan Ganjar berlanjut ketika ia berpasangan dengan Taj Yasin. Keduanya mendapat kepercayaan dari rakyat dengan perolehan 10.362.694 suara, yang setara 58,78 persen, melawan pasangan Sudirman Said dan Ida Fauziyah.
Namun, sejarah mulai berubah pada Pilkada 2024, saat kader PDIP mempertahankan kursi tapi harus menghadapi kekalahan. Andika Perkasa dan Hendar Prihadi kalah dari pasangan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin dengan selisih suara yang cukup signifikan.
Performa PDI Perjuangan dalam Pemilu Legislatif
Dari sisi pemilihan legislatif, PDIP juga mampu menunjukkan kinerja baik. Pada pemilu 2014, PDIP meraih 23.681.471 suara secara nasional, setara 18,95 persen, serta mendapatkan 109 kursi di DPR RI. Di Jawa Tengah, mereka mencatatkan 4.295.638 suara dengan 18 kursi.
Kemudian, pada pemilu 2019, PDIP kembali mencuri perhatian dengan perolehan suara sebesar 27.503.961 atau 19,33 persen. Dengan total 128 kursi yang diperoleh di DPR RI, 26 di antaranya berasal dari Jawa Tengah, menunjukkan kekuatan partai ini di wilayah tersebut.
Beralih ke pemilu 2024, PDIP kembali menunjukkan dominance dengan 25.387.279 suara dan mendapatkan 110 kursi DPR RI. Khusus di Jawa Tengah, partai ini meraih 5.191.487 suara dan berhasil mendapatkan 23 kursi, kembali mengukuhkan posisinya sebagai yang tertinggi di antara partai-partai lainnya.
Persaingan dan Tantangan Baru Dalam Arena Politik
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, baru-baru ini menantang dominasi PDIP dengan menyebut Jawa Tengah sebagai “kandang gajah”. Hal ini disampaikan saat pembukaan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) di Kota Solo.
PSI yang baru memulai langkah politiknya menargetkan 17 kursi DPRD Provinsi pada pemilu mendatang. Meskipun masih jauh dari harapan, PSI menunjukkan perkembangan dengan memiliki 12 anggota DPRD di Jawa Tengah saat ini.
Kaesang mengklaim bahwa perkembangan di Kota Solo menunjukkan peningkatan signifikan, di mana PSI berhasil meraih lima kursi DPRD pada pemilu 2024, jauh dari satu kursi sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa partai baru ini semakin mendapatkan tempat di hati masyarakat.













