Jarwo Kwat merasa bersyukur telah kembali terlibat dalam sinetron “Para Pencari Tuhan” yang telah mencapai jilid ke-19. Dalam sinetron Ramadan ini, isu yang diangkat meliputi kehidupan anak jalanan dan fenomena ormas yang menjadi perbincangan hangat di masyarakat.
Menurut Jarwo, keberlangsungan “Para Pencari Tuhan” selama puluhan tahun ini menunjukkan bahwa sinetron ini tetap menjadi pilihan utama penonton. Meski banyak acara lain bermunculan, sinetron ini tetap mampu mempertahankan rating yang tinggi, terutama saat jam sahur.
“Saya sangat bahagia dan bangga, karena PPT hadir lagi di tahun ke-19. Ini merupakan pencapaian yang luar biasa, serta selalu menduduki posisi teratas dalam rating,” ungkap Jarwo Kwat di Jakarta Timur.
Kedalaman Karakter dalam Para Pencari Tuhan
Pada jilid terbaru, karakter Pak Jalal yang diperankan oleh Jarwo Kwat tetap mempertahankan ciri khas yang telah lama disukai pemirsa. Jarwo menjelaskan bahwa meskipun cerita berkembang, karakter Pak Jalal tidak mengalami perubahan signifikan, tetap memiliki kepribadian yang unik dan berani.
“Pak Jalal selalu sombong, namun dia juga senang membantu orang lain. Misinya tetap berfokus pada sedekah dan memberi bantuan, tanpa mengandalkan orang lain,” tambah Jarwo. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya karakter ini dalam menyampaikan nilai-nilai sosial.
Keberadaan karakter dengan sifat seperti ini membuat penonton dapat terhubung secara emosional dan dapat mengambil pelajaran dari tindakan serta keputusan yang diambil oleh Pak Jalal.
Peran Sinetron dalam Menangani Isu Sosial
Sinetron ini tidak hanya sekadar menghibur, tetapi juga mengedukasi penonton mengenai berbagai isu kritis. Dalam jilid 19, misinya berkembang untuk menyentuh masalah sosial yang lebih luas, seperti ormas-ormas yang melenceng dari tujuan awal mereka.
Jarwo membeberkan bahwa kini Pak Jalal tidak hanya fokus pada ekonomi masyarakat lokal, tetapi semakin aktif dalam berupaya mengoreksi tujuan dari ormas yang ada. Ini menunjukkan upaya sinetron untuk berkontribusi dalam menciptakan perubahan yang lebih baik di masyarakat.
Dengan pendekatan ini, “Para Pencari Tuhan” ingin mendorong penonton untuk berpikir kritis dan aktif dalam menghadapi isu-isu sosial yang ada di sekitarnya, sekaligus menjadi harapan bagi banyak orang.
Inspirasi bagi Masyarakat Melalui Tontonan Berkualitas
Jarwo berharap bahwa sinetron ini dapat menjadi inspirasi bagi penonton, terutama dalam menyikapi berbagai masalah yang ada. Kombinasi antara edukasi dan hiburan diharapkan mampu menyampaikan pesan positif kepada masyarakat.
“Kami ingin menampilkan sinetron yang bukan hanya berisi tuntunan, tapi juga tontonan yang menarik. Semoga karya ini bisa membawa manfaat dan menjadi motivasi bagi semua,” ujar Jarwo.
Dari harapan tersebut, jelas terlihat bahwa peran media dan sinetron dalam masyarakat sangat besar, tidak hanya sebagai sarana hiburan tetapi juga pendidikan. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi para pembuat film untuk menghadirkan konten yang lebih edukatif dan kaya makna.
Komitmen Jangka Panjang dalam Karya Profesional
Dedikasi yang tinggi selama 19 tahun memerankan satu karakter tentu memberi tekanan tersendiri. Jarwo Kwat mengungkapkan bahwa ia tetap bersemangat untuk melanjutkan perannya, meski muncul pertanyaan tentang kejenuhan.
“Saya tidak pernah merasa bosan, malah merasa kangen untuk terus bermain. Setiap tahun ada hal baru yang bisa dieksplorasi,” tambahnya sambil tersenyum. Hal ini menunjukkan komitmen dan kecintaan Jarwo terhadap profesinya.
Singkatnya, keberadaan sinetron ini memberikan kesempatan tidak hanya bagi aktor, tetapi juga bagi penonton untuk terus belajar dan berkembang melalui cerita yang disajikan. Ini menjadi salah satu alasan mengapa “Para Pencari Tuhan” tetap eksis dalam dunia hiburan Indonesia.













