Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mengungkapkan adanya reaksi negatif terhadap langkah Indonesia yang aktif dalam berbagai perjanjian dagang bebas global. Dia menyatakan bahwa dinamika dan upaya tertentu muncul seiring dengan akses pasar yang semakin terbuka bagi Indonesia.
Salah satu negara yang dianggap kurang mendukung langkah Indonesia dalam perjanjian dagang ini adalah Singapura. Dalam konteks pertemuannya, menteri tersebut menegaskan bahwa meskipun banyak manfaat, selalu ada pihak-pihak yang merasa terancam oleh perkembangan tersebut.
Airlangga menambahkan bahwa langkah Indonesia untuk membuka akses pasar tak hanya berfokus pada negara-negara tetangga, melainkan juga melibatkan perekonomian besar di dunia. Dalam pernyataannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi internasional untuk memajukan perekonomian nasional.
Strategi Indonesia dalam Meningkatkan Akses Pasar Global
Pemerintah Indonesia kini gencar melakukan langkah strategis guna meningkatkan akses pasar ke berbagai negara. Menurut menteri, Indonesia menjadi salah satu negara yang paling aktif dalam hal pembukaan pasar secara global, dengan berbagai perjanjian yang sedang dijalin.
Misalnya, Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (EU CEPA) merupakan salah satu inisiatif yang ditujukan untuk memperluas akses bagi produk dan layanan Indonesia ke pasar Eropa. Hal ini dianggap vital untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi yang lebih baik.
Tak hanya itu, Indonesia juga telah menandatangani perjanjian dagang dengan Kanada dan sedang mempersiapkan kesepakatan serupa dengan Inggris. Ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk meningkatkan posisi dalam perdagangan global.
Keterlibatan Indonesia di Tingkat Regional dan Global
Di tingkat regional, Indonesia berperan aktif dalam Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP), yang mencakup beberapa negara di Asia-Pasifik. Perjanjian ini menawarkan peluang yang lebih besar untuk perdagangan dan investasi, dan posisi Indonesia di dalamnya dianggap sangat strategis.
Saat ini, Indonesia juga sedang dalam proses peninjauan teknis untuk bergabung dengan Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD). Ini merupakan langkah yang menunjukkan keseriusan Indonesia dalam meningkatkan standarnya dalam sistem ekonomi global.
Selain itu, upaya untuk bergabung dengan Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (CPTPP) juga sedang berlangsung. Meskipun tertinggal dibandingkan negara-negara lain seperti Singapura dan Malaysia, Indonesia tetap optimis akan perannya dalam perjanjian tersebut.
Keunggulan Indonesia dalam Daya Saing Global
Walaupun ada tantangan dan berbagai upaya untuk mengganggu, daya tarik Indonesia di mata dunia internasional tetap kuat. Daya saing energi yang lebih murah, kualitas sumber daya manusia yang kompetitif, serta pasar domestik yang besar menjadi faktor pendukung utama.
Pemerintah juga menyadari pentingnya memanfaatkan sumber daya yang ada untuk menarik investasi lebih lanjut. Dengan potensi yang dimiliki, Indonesia diharapkan dapat bersaing lebih baik di arena global.
Airlangga menekankan bahwa Indonesia berada di jalur yang tepat sebagai salah satu negara yang paling berkomitmen pada pembukaan akses perdagangan. Dengan langkah-langkah strategis yang diambil, posisi Indonesia di ruang perdagangan global semakin diperkuat.









