Perusahaan Umum Badan Usaha Logistik melaporkan telah menyalurkan lebih dari 53 ribu ton beras untuk bantuan korban banjir dan tanah longsor di wilayah Sumatra. Sejak bencana terjadi pada akhir November 2025, Bulog mencatat total bantuan beras yang dimobilisasi mencapai 53.586 ton untuk tiga provinsi terdampak.
Bantuan tersebut mencakup Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI menjelaskan, total bantuan juga mencakup 6.515 kiloliter minyak goreng dan berbagai program CSR dari Bulog.
“Mobilisasi bantuan termasuk 53.586 ton beras bantuan bencana dan bahan pangan lainnya,” ujar Rizal. Penanganan yang cepat dan terkoordinasi menjadi kunci untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi dalam masa sulit ini.
Strategi Penyaluran Bahan Pangan di Daerah Terdampak
Bulog melakukan penyaluran dengan skema penguatan suplai di tiap daerah yang terdampak. Mereka bahkan melipatgandakan permintaan bantuan dari pemerintah daerah untuk memastikan ketersediaan bahan pangan hingga mencapai 30 ribu ton beras tambahan di Aceh.
“Kami tidak ingin ada masyarakat yang tidak mendapat dukungan pangan, khususnya beras,” tambah Rizal. Dalam situasi krisis, ketersediaan pangan yang memadai menjadi aspek yang sangat vital.
Sebagai upaya mempercepat distribusi, Bulog juga menyiagakan stok beras di bandara dan pelabuhan utama di wilayah yang terkena dampak. Hal ini memungkinkan penyaluran bantuan dilakukan secara sigap, tergantung pada permintaan dari pihak terkait.
Pengawasan dan Kesiapan Stok Beras di Wilayah Terisolir
Berdasarkan data yang dihimpun Bulog, hingga kini cadangan beras pemerintah yang disalurkan untuk penanganan bencana mencapai 14.435 ton di Aceh, 5.098 ton di Sumatera Utara, dan 1.069 ton di Sumatera Barat. Stok beras yang masih dikuasai Bulog juga terbilang cukup aman.
Di Aceh, Bulog memastikan kesiapan tambahan stok untuk menghadapi tradisi Meugang menjelang Ramadan. Stok sebanyak-banyaknya disiapkan agar masyarakat tidak kesulitan logistik, khususnya setelah terkena bencana.
“Beras, minyak goreng, dan gula sudah kami dorong tambahan ke Aceh,” kata Rizal. Persiapan yang matang dalam mengelola logistik menjadi perhatian utama untuk menjamin kelancaran distribusi kepada masyarakat yang membutuhkan.
Tantangan Distribusi di Wilayah yang Terisolir
Meskipun banyak langkah telah diambil, tantangan dalam distribusi tetap ada, terutama di daerah-daerah terisolir seperti Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah. Untuk itu, Bulog melakukan distribusi melalui jalur darat maupun udara, memanfaatkan dukungan dari TNI AU dan TNI AL.
Keberadaan dukungan militer dalam distribusi menjadi faktor yang sangat membantu, mengingat beberapa wilayah sangat sulit dijangkau. Penyaluran bantuan tidak hanya terbatas pada beras dan minyak goreng, tetapi juga mencakup bahan kebutuhan pokok lainnya.
Bulog juga menyalurkan bantuan CSR berupa sembako, pakaian layak pakai, hingga peralatan kebutuhan harian bagi korban bencana. Kombinasi dukungan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat yang terkena dampak.









