Produksi mobil listrik Neta di Indonesia mengalami penghentian yang signifikan. Hal ini terjadi setelah masalah serius menimpa prinsipal di China, yang memaksa perusahaan untuk melakukan restrukturisasi mulai tahun 2025.
Penghentian ini memberi dampak langsung terhadap proses manufaktur di dalam negeri. Meskipun stok bahan baku dan unit kendaraan masih ada, situasi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan konsumen dan industri.
Pihak pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), yang merupakan rekanan manufaktur Neta, telah mengonfirmasi bahwa aktivitas produksi telah terhenti. Menurut Komisaris HIM, Jongkie D. Sugiarto, situasi ini sudah berlangsung sekitar enam bulan terakhir.
Dampak Penghentian Produksi Terhadap Konsumen dan Industri
Keputusan untuk menghentikan produksi mobil Neta berdampak pada para konsumen yang telah membeli kendaraan tersebut. Meskipun produk masih tersedia, ketidakpastian mengenai kelanjutan layanan purna jual menjadi perhatian.
Konsumen berhak merasa khawatir tentang apakah mereka masih bisa mendapatkan layanan yang memadai. Lebih jauh lagi, kurangnya informasi dari pihak produsen terkait status merek Neta di Indonesia juga membuat situasi menjadi lebih rumit.
Asosiasi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat bahwa Neta masih terdaftar sebagai anggota, meskipun situasi produksi menjadi tidak jelas. Para anggota industri otomotif lainnya pun mengamati dengan seksama perkembangan ini.
Proses Restrukturisasi dan Layanan Purna Jual
Neta telah mengumumkan langkah baru untuk menangani restrukturisasi yang sedang berlangsung. Mereka melimpahkan layanan utama konsumen kepada pihak ketiga, yang bertujuan untuk menjaga layanan purna jual tetap berjalan.
Langkah ini termasuk memperbarui jaringan dealer resmi dan memastikan bahwa suku cadang tetap tersedia. Neta berkomitmen untuk memenuhi semua kebijakan garansi yang ada, meskipun situasi ini menimbulkan ketidakpastian.
Pengalihan layanan kepada pihak ketiga mungkin dapat membantu menjaga kepuasan konsumen, tetapi tantangan tetap ada. Konsumen berharap agar layanan purna jual dan suku cadang tetap dapat diakses dengan baik.
Ketersediaan Suku Cadang dan Jaringan Dealer
Neta menyatakan bahwa ketersediaan stok suku cadang saat ini cukup memadai. Mereka juga berjanji tidak akan melakukan penyesuaian terhadap garansi yang telah diberikan kepada konsumen.
Jaringan dealer saat ini mengalami perubahan, dengan beberapa dealer yang tutup atau berganti merek. Namun, Neta berupaya untuk terus menambah jumlah outlet layanan purna jual yang baru.
Penting bagi konsumen untuk tetap mendapatkan informasi terbaru mengenai dealer-dealer yang menawarkan layanan Neta. Dengan memperluas jaringan, diharapkan mereka dapat tetap mendukung kebutuhan konsumen dengan baik.













