Lepas Indonesia telah mengeluarkan pernyataan resmi mengenai insiden yang terjadi dengan model L8 mereka saat pengujian di Serpong, Tangerang. Insiden tersebut melibatkan copotnya salah satu komponen penggerak roda, menimbulkan pertanyaan mengenai kualitas dan keselamatan produk yang baru diluncurkan ke pasar. Pabrikan dari China ini meminta publik untuk tidak panik karena kejadian tersebut dianggap bersifat situasional dan tidak mencerminkan kemampuan produk secara keseluruhan.
SUV hybrid L8 yang direncanakan akan resmi diluncurkan pada bulan depan ini sedang diuji coba oleh awak media di Pusdik Lantas ketika masalah muncul. Kendaraan tersebut mendadak mogok, memicu perhatian yang lebih kepada performa dan kualitasnya.
Rupanya, kendaraan mengalami gangguan pada as roda depan kanan, yang melibatkan komponen dikenal sebagai constant velocity joint atau CV joint. Lepas Indonesia menegaskan bahwa kejadian ini adalah insiden individual yang tidak akan menggambarkan keseluruhan kualitas produk mereka.
Apa yang Sebenarnya Terjadi pada Uji Coba L8?
Insiden ini terjadi saat sesi uji coba yang diharapkan memberikan pengalaman berkendara terbaik. Ricky He, Deputy Country Director Lepas Indonesia, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan uji coba ini dirancang untuk menguji kendaraan di luar penggunaan harian biasa.
Dia menggarisbawahi bahwa pengalaman ini lebih ekstrem, yang bisa jadi tidak sesuai dengan kecepatan atau kondisi survei para konsumen dalam penggunaan sehari-hari. Kegagalan satu unit kendaraan ini tidak dapat dijadikan acuan bagi keseluruhan lini produk;
Oleh karena itu, pihak perusahaan merasa perlu memberi penjelasan agar masyarakat memahami konteks dari insiden ini. Mereka berkomitmen untuk menjaga standar kualitas dan keselamatan yang tinggi di setiap tahap pengembangan produk mereka.
Kualitas Produk Lepas L8 Masih Terjamin Menurut Pabrikan
Lepas Indonesia menegaskan bahwa insiden tersebut tidak akan mempengaruhi reputasi kualitas produk mereka secara keseluruhan. Ricky He menekankan pentingnya masukan dari berbagai pihak, termasuk media, untuk membantu mereka terus memperbaiki dan menyempurnakan produk yang mereka luncurkan.
Ia juga menambahkan bahwa perusahaan saat ini sedang meninjau insiden tersebut sebagai bagian dari pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa mereka berkomitmen untuk meningkatkan produk dan memastikan kualitasnya tetap terjaga.
Menurutnya, perhatian dari publik dan reaksi mereka adalah masalah serius yang harus diperhatikan oleh pabrikan untuk meningkatkan pengalaman berkendara pelanggan di masa mendatang. Insiden ini sepenuhnya menjadi pengalaman belajar bagi mereka.
Kronologi Singkat Insiden yang Mengguncang
Insiden tersebut berlatar belakang pada pengujian kecepatan di area yang memiliki permukaan jalan tidak rata, seperti speed bump. Pada saat pengujian, salah satu komponen utama kendaraan yang melekat pada as roda mengalami kerusakan yang membuatnya tidak dapat beroperasi.
Lalu Indra Wirabhakti, selaku Product Manager Lepas Indonesia, memberikan penjelasan lebih lanjut bahwa situasi seperti ini memang kehilangan ekspektasi dari penggunaan sehari-hari. Dia menyatakan bahwa karena uji coba dilakukan dengan intensitas tinggi, hal seperti ini bisa terjadi pada kendaraan manapun.
Dia meyakinkan bahwa setiap mobil, jika diuji dalam kondisi yang ekstrem, berpotensi mengalami ketidakstabilan yang sama. Indra menyebut kejadian ini sebagai sesuatu yang normal dalam dunia otomotif, terutama dalam pengujian kendaraan.
Dengan semua aspek yang dipertimbangkan, Lepas Indonesia mengharapkan bahwa para konsumen akan tetap percaya dan menunggu peluncuran resmi L8. Mereka percaya bahwa dengan dukungan yang baik dari media dan pengguna, mereka akan mampu membawa produk berkualitas yang layak diterima oleh masyarakat. Ini adalah langkah awal bagi Lepas untuk membangun kepercayaan di pasar otomotif Indonesia yang sedang berkembang.













