Program konversi sepeda motor dari bahan bakar bensin ke listrik di Indonesia telah menunjukkan hasil yang mengesankan dalam beberapa tahun terakhir. Saat ini, sebanyak 2.250 motor listrik berhasil dibuat dan dioperasikan, menjadikan proyek ini sebagai bagian penting dalam upaya meningkatkan keberlanjutan energi transportasi di negara ini.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, Eniya Listiani Dewi, menegaskan bahwa inisiatif ini tidak hanya menciptakan kendaraan yang ramah lingkungan tetapi juga memberikan manfaat ekonomi. Ke depannya, program ini diharapkan dapat menjadi tolok ukur bagi kebijakan energi yang lebih luas.
Penerapan teknologi baru dalam konversi sepeda motor tersebut melibatkan kerja sama dengan berbagai bengkel yang tersertifikasi. Ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam transisi menuju energi yang lebih bersih.
Langkah Awal Menuju Energi Berkelanjutan di Indonesia
Program konversi yang diluncurkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini berbeda dengan inisiatif lain. Dengan didasari oleh Peraturan ESDM Nomor 3 Tahun 2023, program ini memberikan subsidi bagi warga yang ingin mengonversi sepeda motor mereka.
Subsidi sebesar Rp7 juta diberikan untuk penggantian motor bertenaga bensin dengan motor listrik berbasis baterai. Ini adalah langkah nyata untuk mendorong masyarakat beralih ke kendaraan ramah lingkungan sambil memperhatikan kesehatan lingkungan.
Proyek ini tidak berjalan sendiri; dilaksanakan oleh bengkel yang sudah tersertifikasi dengan biaya maksimal pengerjaan sebesar Rp17 juta. Dengan demikian, masyarakat memiliki akses yang lebih baik terhadap teknologi hijau.
Pengembangan dan Anggaran Program Konversi Motor Listrik
Menariknya, dalam peraturan terbaru yang diubah menjadi Peraturan Menteri ESDM Nomor 13 Tahun 2023, besaran subsidi pun meningkat menjadi Rp10 juta. Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mendukung progres konversi kendaraan di tanah air.
Anggaran program ini diatur untuk periode dua tahun, dengan target khusus yaitu untuk menciptakan 50 ribu motor listrik pada tahun 2023 dan 150 ribu motor pada tahun 2024. Ini adalah upaya berkelanjutan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil sambil membangun masa depan yang lebih bersih.
Langkah ini tidak hanya berfokus pada penciptaan motor listrik tetapi juga pada pengembangan kapasitas produksi dalam negeri, yang dapat merangsang pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.
Kondisi dan Masa Depan Program Konversi Kendaraan
Dari keterangan Eniya, masa depan program ini masih bisa berubah, dan kemungkinan akan ada kelanjutan hingga tahun 2026. Pembaruan peraturan menteri diharapkan dapat memberikan kejelasan lebih lanjut mengenai langkah-langkah yang akan diambil dalam menjalankan program ini di masa depan.
Dengan insentif yang telah diberikan, Eniya mengungkapkan bahwa program konversi ini telah menciptakan lapangan kerja baru. Melalui keterlibatan bengkel-bengkel konversi, masyarakat diberi peluang untuk meraih penghasilan sembari berkontribusi kepada pelestarian lingkungan.
Hingga saat ini, terdapat sekitar 25 bengkel konversi yang beroperasi dan terdaftar, memberikan pelayanan yang berkualitas bagi masyarakat yang ingin beralih menggunakan kendaraan listrik. Ini adalah langkah proaktif menuju zielah yang lebih ramah lingkungan.













