Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, melaksanakan kunjungan ke lapangan untuk menilai dampak bencana banjir di Desa Cot Ara, Kecamatan Kuta Blang, Bireuen, Aceh pada Minggu, 14 Desember. Dalam kunjungan tersebut, Zulhas melakukan dialog langsung dengan masyarakat dan petani yang mengalami kerugian akibat bencana yang terjadi pada akhir November 2025 lalu.
Selama peninjauan, Zulkifli Hasan menegaskan komitmen pemerintah untuk hadir dan berperan aktif dalam memberikan bantuan kepada petani yang tertimpa musibah tersebut. Dukungan ini sejalan dengan instruksi Presiden untuk memperhatikan kondisi pertanian pascabencana secara lebih serius.
Pemerintah berencana untuk fokus pada perbaikan infrastruktur pertanian yang rusak oleh banjir. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu para petani pulih kembali dari kerugian yang mereka alami dan meningkatkan produktivitas pertanian di kawasan tersebut.
Dampak Banjir Terhadap Pertanian di Aceh
Banjir yang terjadi di Desa Cot Ara telah mengakibatkan kerusakan yang parah, dengan lahan pertanian seluas 530 hektar mengalami kerusakan total. Para petani melaporkan bahwa area persawahan mereka tertutupi dengan lumpur yang sangat dalam, sehingga tanaman tidak dapat ditanam kembali dalam waktu dekat.
Salah satu petani, Amirullah, mengungkapkan keterkejutannya atas kerusakan yang signifikan ini. Ia mengatakan bahwa lahan tersebut sebelumnya merupakan area sawah yang produktif, namun kini rusak parah akibat tingginya genangan air yang melampaui dua meter.
Menurut data yang diperoleh, infrastruktur irigasi di desa tersebut juga mengalami kerusakan parah, membuat situasi menjadi semakin sulit bagi para petani. Dengan kondisi yang demikian, para petani dianjurkan untuk mencari solusi jangka panjang agar dapat mempersiapkan diri menghadapi bencana serupa di masa depan.
Pemerintah Siapkan Bantuan untuk Masyarakat Terkena Banjir
Pemerintah berupaya untuk menyalurkan bantuan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak. Dalam dialog dengan warga, Zulhas menyampaikan rencana pemerintah untuk memberikan berbagai bentuk dukungan, termasuk bantuan finansial dan teknis.
Bantuan ini tidak hanya terbatas pada perbaikan lahan tapi juga akan mencakup aspek akses pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat terimbas. Hal ini penting untuk memastikan kehidupan mereka tidak terganggu secara permanen akibat bencana ini.
Diharapkan, setelah semua program dukungan ini dilaksanakan, para petani dapat segera kembali bertani dan menata hidup mereka kembali. Pemerintah menyadari bahwa setiap dukungan yang diberikan kecil perannya tanpa adanya keterlibatan aktif dari masyarakat setempat.
Pentingnya Memperbaiki Infrastruktur Pertanian Pascabencana
Perbaikan infrastruktur pertanian pascabencana sangatlah penting untuk memulihkan kondisi pertanian di daerah ini. Menteri Zulkifli Hasan menegaskan bahwa pemulihan ini akan menjadi salah satu fokus penting pemerintah selama beberapa bulan ke depan.
Pemerintah berkomitmen untuk merenovasi sistem irigasi dan memperbaiki infrastruktur pendukung pertanian lainnya agar dapat mencegah kerugian lebih lanjut di masa mendatang. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan kesulitan yang dihadapi para petani akan berkurang secara signifikan.
Selain itu, program edukasi mengenai pengelolaan lahan dan cara menghadapi bencana juga akan dilaksanakan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap bencana serupa dan memanfaatkan sumber daya yang ada dengan lebih efektif.











