Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengekspresikan keyakinannya bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan mencapai level 9.000 pada akhir tahun ini. Proyeksi jangka panjangnya bahkan menunjukkan bahwa indeks ini dapat menembus angka 32 ribu dalam dekade mendatang, terutama seiring dengan pulihnya kepercayaan masyarakat dan investor terhadap kebijakan ekonomi pemerintah.
Purbaya menilai bahwa tren ini didorong oleh kemampuan pasar untuk menganalisis kebijakan pemerintah yang ada. Dalam sebuah acara di Jakarta, dirinya mengungkapkan optimisme ini sebagai bagian dari strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih stabil.
“Coba Anda lihat IHSG, kan waktu itu dibilang akan hancur. Namun, investor memiliki kemampuan untuk menganalisis dan mengantisipasi perubahan di pasar,” katanya dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia.
Peran Kepercayaan Publik dalam Perekonomian
Membangun kepercayaan publik dinilai sebagai kunci untuk menciptakan ekspektasi positif dalam perekonomian. Purbaya menyatakan bahwa ketika masyarakat merasa percaya diri, mereka akan terdorong untuk melakukan belanja dan investasi, yang pada gilirannya mendorong pertumbuhan ekonomi.
Konsep self-fulfilling prophecy menjadi penting dalam konteks ini, di mana harapan baik tentang kondisi ekonomi dapat mengubah perilaku konsumsi dan investasi. Purbaya menekankan bahwa pernyataannya bukan sekadar retorika, tetapi berfungsi sebagai penggerak untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat.
“Ketika harapan terhadap ekonomi baik, bisnis akan berusaha untuk ekspansi, sementara konsumen akan berbelanja lebih banyak,” jelasnya. Langkah-langkah konkret diperlukan untuk merangsang optimisme ini.
Kebijakan Keuangan untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi
Salah satu inisiatif utama dalam mendorong pertumbuhan ini adalah penempatan Rp200 triliun dalam sistem keuangan nasional. Kebijakan ini ditujukan untuk meningkatkan likuiditas dan menggerakkan kembali perekonomian setelah masa-masa sulit.
Purbaya menjelaskan bahwa tindakan tersebut dirancang tidak hanya untuk membangun harapan semata, melainkan juga untuk memberikan dampak langsung terhadap perekonomian. Dalam waktu singkat setelah pengumuman, langkah ini sudah menunjukkan hasil yang positif.
“Begitu saya umumkan, dalam dua hari uang langsung masuk ke sistem. Itu artinya, ekspektasi berubah menjadi dampak nyata yang bisa menggerakkan ekonomi,” ungkapnya dengan penuh keyakinan.
Indikator Kesehatan Pasar Modal dan IHSG
Purbaya mencermati bagaimana kepercayaan ini mulai tercermin dalam pergerakan pasar modal. Meskipun masih ada saham-saham berisiko tinggi, ia menekankan bahwa emiten besar dengan fundamental yang kuat tetap menjadi penopang utama penguatan IHSG.
Tren penguatan ini, dalam pandangannya, akan berlanjut dalam jangka panjang. Dengan pengalaman dua dekade di pasar, ia yakin IHSG mempunyai potensi untuk tumbuh empat hingga lima kali lipat dalam satu siklus bisnis.
“Pertumbuhan normal dari awal hingga akhir siklus bisnis memang berkisar antara empat hingga lima kali. Saya percaya, perilaku pasar tidak akan berubah drastis,” paparnya, memberikan pandangan yang optimis tentang masa depan pasar modal.
Pemahaman Ekonomi Sebagai Keterampilan Membaca Pasar
Purbaya menggarisbawahi bahwa ilmu ekonomi tidak hanya sekadar teori yang kaku, tetapi lebih pada kemampuan untuk membaca perilaku dan ekspektasi pasar. Keterampilan ini, menurutnya, sangat penting bagi para ekonom yang ingin memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Jika Anda belajar dengan baik, Anda akan mencapai tingkat kecerdasan yang sangat tinggi, seolah-olah mendekati kemampuan intuisi,” tambahnya, sambil mengajak kalangan terdidik untuk tidak hanya terpaku pada teori semata.
Melalui analisis pasar yang mendalam, pihaknya berupaya menciptakan kebijakan yang relevan dan adaptif terhadap dinamika ekonomi yang terjadi.











