Pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Nelayan (SPBUN) KUD Bina Mina di Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, baru saja dilaksanakan oleh Pertamina Patra Niaga, bersama Kementerian Koperasi dan Pemerintah setempat. Langkah ini bertujuan memberikan akses energi yang lebih baik dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir, khususnya para nelayan yang ada di daerah tersebut.
Kecamatan Labuhan Maringgai dihuni oleh sekitar tujuh ribu nelayan yang mencatatkan kebutuhan bahan bakar mencapai 10 kiloliter per hari. Dengan adanya SPBUN, diharapkan kebutuhan tersebut dapat terpenuhi dengan lebih mudah dan efisien, sehingga berdampak positif pada produktivitas nelayan.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menekankan komitmen perusahaan dalam mendukung keberadaan SPBUN. Selain itu, ia menyoroti pentingnya koperasi sebagai salah satu usaha untuk meningkatkan pendapatan nelayan dan mendukung perekonomian lokal.
Pembangunan SPBUN Sebagai Langkah Strategis untuk Nelayan
Pembangunan SPBUN KUD Bina Mina ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk menyediakan energi yang lebih terjangkau dan dapat diakses oleh nelayan. Dengan dukungan dari Kementerian Koperasi, langkah ini berpotensi untuk memenuhi kebutuhan energi secara lebih akuntabel dan efisien.
Melalui SPBUN, Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk memberikan layanan yang optimal dalam hal ketersediaan, aksesibilitas, kualitas, dan keberlanjutan. Kerjasama dengan pemerintah daerah dan koperasi lokal juga menjadi perhatian utama untuk mencapai tujuan tersebut.
Dengan adanya SPBUN, diharapkan nelayan dapat merasakan manfaat yang langsung dari inisiatif ini, seperti harga BBM yang lebih bersaing. Hal ini tentunya akan mendorong para nelayan untuk lebih produktif dan berdaya saing di pasar.
Koperasi Sebagai Penggerak Ekonomi Lokal yang Berkelanjutan
Di samping pengurangan biaya operasional nelayan, kehadiran SPBUN berbasis koperasi ini juga mendukung penguatan ekonomi lokal. Koperasi diharapkan mampu meningkatkan kemandirian masyarakat dalam mengatur pengadaan serta distribusi energi. Ini menjadi bagian dari ekonomi gotong royong yang berkeadilan.
Menteri Koperasi mengungkapkan bahwa SPBUN ini bukan hanya sekadar fasilitas, namun merupakan upaya nyata untuk mendorong pemerataan energi bagi nelayan. Dengan demikian, nelayan dapat memperoleh BBM yang tepat sasaran dan lebih mudah diakses.
Koperasi juga berperan penting dalam mengelola SPBUN, memudahkan transaksi, dan menjalin komunikasi yang baik antara nelayan dan penyedia bahan bakar. Hal ini menciptakan hubungan saling menguntungkan yang diharapkan dapat berlanjut di masa depan.
Apresiasi dari Berbagai Pihak Terhadap Inisiatif Ini
Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menyatakan apresiasi terhadap kolaborasi antara pemerintah, Pertamina Patra Niaga, dan koperasi lokal. Ia menekankan bahwa proyek SPBUN ini merupakan langkah penting untuk mendukung perekonomian masyarakat pesisir. Keberadaan SPBUN diharapkan dapat menjadi lokomotif penggerak bagi sektor perikanan di Lampung.
Dalam konteks ekonomi maritim, Lampung memiliki potensi yang besar baik dari segi penangkapan ikan maupun budidaya. Kehadiran SPBUN diharapkan menjadi titik awal untuk penguatan perekonomian di sektor ini. Dengan ketersediaan energi yang lebih baik, produktivitas nelayan pun akan meningkat.
Jihan juga menambahkan bahwa pembangunan SPBUN ini sejalan dengan program pemerintah untuk meningkatkan akses energi di daerah-daerah terpencil. Keberhasilan proyek ini akan menjadi model yang bisa ditiru di area maritim lainnya di Indonesia.











