Perusahaan konsultan independen memprediksi lapangan padel menjadi salah satu tren properti yang berkembang sepanjang tahun 2026. Tren ini tidak hanya mencakup lapangan padel, tetapi juga berbagai sektor lain yang menunjukkan potensi pertumbuhan di pasar properti nasional.
Pengembangan pusat data hijau dan proyek terintegrasi berorientasi transit juga akan menjadi fokus utama. Selain itu, perluasan pergudangan dan rumah tapak di daerah pinggiran kota diharapkan dapat memenuhi permintaan yang terus meningkat.
“Beberapa sektor memiliki dampak positif terhadap pertumbuhan properti tahun depan, termasuk gaya hidup, e-commerce, serta sektor energi terbarukan,” ungkap seorang peneliti dari perusahaan konsultan, menambahkan bahwa tren ini akan terus berkembang seiring perubahan kebutuhan pasar.
Tren Pasar Properti yang Menarik di Tahun 2026
Dalam tinjauan pasar tahun 2026, beberapa tren telah muncul, di antaranya meningkatnya investasi dalam properti yang ramah lingkungan. Kesehatan lingkungan menjadi salah satu prioritas utama bagi pengembang, menciptakan peluang baru yang menarik bagi investor.
Selain itu, transisi ke model properti campuran yang mengintegrasikan ruang ritel, perkantoran, dan residensial menjadi semakin umum. Model ini dianggap lebih efisien dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat urban yang semakin kompleks.
Pada saat yang sama, sektor industri dan pergudangan diperkirakan akan mengalami pertumbuhan signifikan. Penguatan infrastruktur transportasi turut berkontribusi terhadap peningkatan daya saing sektor ini.
Perkembangan Investasi dan Tantangan yang Dihadapi
Hasil survei menunjukkan bahwa sekitar 61 persen pemangku kepentingan percaya bahwa investasi properti akan tumbuh secara moderat. Ini mengindikasikan optimisme di antara para investor meskipun ada tantangan yang sedang dihadapi.
Tantangan yang paling mendesak termasuk inflasi dan harga tanah yang terus meningkat. Hal ini berpotensi mempengaruhi daya beli konsumen dan memperlambat pertumbuhan sektor properti.
Seorang pakar pasar mencatat bahwa meskipun ada tantangan, sektor properti tetap memiliki banyak peluang. Dalam pandangannya, inovasi dan adaptasi terhadap perubahan kondisi pasar adalah kunci untuk sukses di masa depan.
Kota-kota yang Menjadi Sorotan untuk Pertumbuhan Properti
Berdasarkan data yang dihimpun, lima kota di Indonesia telah diidentifikasi sebagai lokasi dengan prospek pertumbuhan properti yang positif untuk tahun 2026. Jabodetabek, Bali, Surabaya, Semarang, dan Makassar menjadi fokus utama bagi para investor.
Keberadaan infrastruktur yang berkembang serta dukungan pemerintah dalam sektor properti menjadi daya tarik tersendiri. Investor tampaknya semakin melihat Indonesia sebagai salah satu basis pertumbuhan yang menjanjikan di kawasan Asia Tenggara.
Seiring dengan tren ini, perhatian terhadap pajak dan regulasi terkait bisnis juga semakin meningkat. Pemerintah baru-baru ini memberlakukan pajak atas sejumlah jasa hiburan, termasuk yang terkait dengan olahraga padel, yang berdampak pada modal usaha di sektor ini.









