Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merencanakan penerapan bea masuk baru untuk mengatasi penyelundupan baju impor ilegal yang marak. Langkah ini diambil guna melindungi industri tekstil dalam negeri dan memastikan keberlangsungan sektor ini di tengah persaingan global yang ketat.
Pungutan baru ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengelola impor barang, terutama dalam konteks pengendalian barang-barang bekas yang masuk ke Indonesia. Tindakan ini sejalan dengan berbagai kebijakan lainnya yang diharapkan dapat memperkuat pasar domestik.
“Industri tekstil menjadi fokus utama kami. Pemerintah terus berusaha untuk menata aspek impor, termasuk mengatur kawasan berikat dan kebijakan bea masuk, agar industri lokal bisa lebih kompetitif,” ujar Purbaya dalam konferensi pers di Kementerian Keuangan, Jakarta.
Upaya ini juga mencakup penyitaan berbagai barang ilegal, termasuk baju bekas yang sering kali tidak memenuhi standar kesehatan. Dengan langkah-langkah tersebut, pemerintah berkomitmen untuk menciptakan lingkungan bisnis yang lebih baik bagi pelaku usaha lokal.
Langkah Pemerintah untuk Memperkuat Sektor Tekstil Nasional
Pemerintah melakukan penataan yang lebih ketat terhadap impor barang guna menjaga keselamatan dan kesehatan masyarakat. Purbaya menegaskan pentingnya langkah ini untuk melindungi industri tekstil dari dampak negatif barang impor ilegal.
Data menunjukkan bahwa sektor manufaktur, khususnya tekstil, menunjukkan pertumbuhan yang positif pada kuartal III 2025. Melalui strategi yang tepat, diharapkan sektor ini dapat terus berkembang dan bersaing di pasar global.
Purbaya menjelaskan bahwa penetapan bea masuk antidumping (BMAD) dan bea masuk tindakan pengamanan (BMTP) akan menjadi salah satu alat untuk menjaga keberlangsungan industri domestik. Melalui kebijakan ini, pemerintah berharap dapat mencegah praktik yang merugikan para pelaku usaha lokal.
Dia juga menambahkan bahwa para pegiat industri diharapkan dapat beradaptasi dengan kebijakan baru ini, sehingga mereka dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas produk yang dihasilkan. Kebijakan ini diharapkan dapat menciptakan peluang yang lebih besar bagi industri lokal.
Tantangan dan Peluang bagi Industri Tembakau di Indonesia
Selain sektor tekstil, Purbaya juga memperhatikan perkembangan subsektor tembakau yang menunjukkan pertumbuhan sebesar 3,6 persen. Meskipun ada tantangan, subsektor ini dinilai masih memiliki potensi untuk berkembang jika dikelola dengan baik.
Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah berusaha menjaga stabilitas di industri tembakau dengan tidak menaikkan cukai, yang dapat membuat produk tembakau ilegal lebih sulit bersaing. Penegakan hukum terhadap produk ilegal juga menjadi fokus utama untuk melindungi sektor ini.
Lebih lanjut, pemerintah melakukan sejumlah langkah pencegahan guna menekan peredaran produk ilegal yang dapat merugikan industri resmi. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan industri tembakau tetap dapat bertahan dan memberikan kontribusi positif bagi ekonomi daerah maupun nasional.
Purbaya menyatakan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri sangat penting untuk menciptakan ekosistem yang sehat dan berkelanjutan. Dengan demikian, semua pihak dapat mendapatkan manfaat dari perkembangan industri tembakau yang lebih stabil.
Strategi dan Langkah ke Depan untuk Sektor Manufaktur
Kementerian Keuangan berkomitmen untuk mendukung sektor manufaktur, yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional. Oleh karena itu, pendekatan yang sistematis diperlukan untuk menghadapi tantangan di masa mendatang.
Purbaya menegaskan pentingnya investasi dalam inovasi dan teknologi guna meningkatkan daya saing industri. Pemerintah juga siap memberikan dukungan dalam pengembangan produk lokal yang mampu bersaing dengan produk impor.
Dengan tetap memantau perkembangan sektor ini, kementerian berharap dapat segera merespons dinamika yang terjadi di pasar. Selain itu, penguatan regulasi juga dianggap perlu untuk memastikan bahwa semua pelaku usaha dapat beroperasi dalam kerangka hukum yang jelas.
Langkah-langkah ini diharapkan akan meningkatkan kepastian dan kepercayaan para pelaku industri. Dengan pendekatan yang tepat, pemerintah yakin sektor manufaktur dapat tumbuh secara berkelanjutan dan berkontribusi lebih banyak pada perekonomian nasional.











