Rumor mengenai penutupan Tokopedia dan penggantian dengan TikTok Shop tengah ramai diperbincangkan, namun informasi ini telah dibantah oleh pihak TikTok. Juru Bicara TikTok menegaskan bahwa pihaknya tetap berkomitmen untuk mengembangkan Tokopedia dan terus berinvestasi di pasar Indonesia.
Dalam keterangan yang diterima, dikatakan bahwa Tokopedia akan tetap beroperasi penuh dengan fokus pada pengalaman pengguna. Ini menunjukkan komitmen TikTok untuk menjaga kehadiran Tokopedia di pasar e-commerce yang semakin kompetitif.
Pernyataan itu muncul setelah beredar informasi di media sosial bahwa Tokopedia akan ditutup. Banyak yang merasa khawatir akan masa depan Tokopedia, apalagi setelah beberapa perubahan kepemimpinan di dalam perusahaan tersebut.
Membedah Rumor Penutupan Tokopedia dan TikTok Shop
Masyarakat di media sosial belakangan ini ramai memperdebatkan akan tutupnya aplikasi Tokopedia. Sebuah akun di platform X menyebutkan bahwa aplikasi Tokopedia akan dihentikan dan digantikan oleh TikTok Shop. Namun, siapakah sumber dari rumor ini?
Akun @ecommurz yang dikenal membagikan informasi tentang perusahaan rintisan menjadi penyebar awal berita ini. Mereka menyatakan, “Kabar dari teman di Tokopedia, mereka akan menutup aplikasi Tokopedia.”
Pernyataan yang tersebar ini langsung menimbulkan kepanikan di kalangan pengguna Tokopedia. Banyak yang mempertanyakan tentang langkah-langkah yang diambil TikTok terkait masa depan Tokopedia, khususnya setelah perubahan struktur manajemen.
Kesehatan Perusahaan Pasca Akuisisi
Setelah akuisisi Tokopedia oleh TikTok melalui induk usaha ByteDance, sejumlah perubahan mulai terasa. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terdapat pemangkasan jumlah karyawan sebagai langkah efisiensi, dengan sekitar 420 karyawan yang terpengaruh hingga Agustus 2025.
Proses pemangkasan ini juga melibatkan beberapa divisi strategis seperti teknologi informasi, customer care, dan pemenuhan pesanan. Transformasi besar ini tentunya akan berpengaruh pada kinerja Tokopedia ke depannya.
Selain itu, kabar terkait insentif bagi pedagang China yang berjualan di TikTok Shop juga menjadi sorotan. Laporan menyebutkan bahwa pedagang dari Indonesia tidak menerima subsidi iklan serupa, yang bisa menyebabkan ketidakpuasan di kalangan pengusaha lokal.
Persepsi Publik terhadap Tokopedia dan TikTok
Tokopedia masih memegang posisi penting di pasar e-commerce Indonesia, meskipun munculnya TikTok Shop yang tergolong baru. Menurut data dari Sensor Tower, Tokopedia menjadi aplikasi ritel dengan jumlah unduhan terbanyak ketiga di Indonesia.
Sementara itu, TikTok menduduki posisi teratas dalam kategori aplikasi media sosial dengan jumlah unduhan yang signifikan. Hal ini menandakan bahwa TikTok tidak hanya berfungsi sebagai platform hiburan, tetapi juga sebagai sarana perdagangan yang potensial.
Dalam hal pendapatan, TikTok mencatatkan nilai transaksi yang cukup tinggi, menyaingi aplikasi besar lainnya. Ini menunjukkan bahwa TikTok Shop dapat menjadi ancaman atau bahkan pelengkap bagi Tokopedia dalam berkompetisi di industri e-commerce.













