Jakarta – Club Brugge mengalami hasil yang kurang memuaskan saat menjamu Atletico Madrid di Jan Breydel Stadium dalam leg pertama play-off Liga Champions 2025/2026. Meskipun bermain di kandang, mereka harus puas dengan hasil imbang 3-3 setelah melalui pertandingan yang mendebarkan.
Pertandingan berlangsung intens dan penuh aksi, di mana Atlético Madrid berhasil mencetak tiga gol melalui penalti Julian Alvarez serta kontribusi dari Ademola Lookman dan Joel Ordonez. Namun, Club Brugge tidak tinggal diam dan mencetak gol balasan melalui Raphael Onyedika, Nicolo Tresoldi, dan Christos Tzolis, menciptakan drama yang tak terlupakan bagi para penggemar.
Berdasarkan jadwal yang ada, kedua tim akan bertemu kembali dalam leg kedua play-off Liga Champions. Pertandingan tersebut akan diadakan pada 25 Oktober 2026 mendatang di stadion kandang Atletico Madrid, Stadion Civitas Metropolitano.
Dominasi Atletico Madrid di Pertandingan Awal
Atletico Madrid menunjukkan agresivitas yang luar biasa sejak peluit awal dibunyikan. Dalam waktu singkat, mereka sudah berhasil membuka keunggulan lewat tendangan penalti yang dieksekusi dengan baik oleh Julian Alvarez, mengguncang pertahanan Club Brugge.
Keunggulan Atletico semakin mantap saat mereka berhasil mencetak gol kedua. Gol yang diciptakan Ademola Lookman dari hasil sepak pojok menggarisbawahi dominasi mereka di babak pertama. Atletico bermain dengan percaya diri dan mampu mengontrol permainan, meskipun dihadapkan pada tekanan dari tuan rumah.
Semakin masuk ke dalam jalannya pertandingan, Club Brugge mulai menunjukkan taringnya. Mereka tidak ingin hanya menjadi penonton dan berusaha membangun serangan untuk mengejar ketertinggalan mereka. Berbagai upaya dilakukan untuk mendapatkan momentum dan mencetak gol.
Perjuangan Club Brugge untuk Bangkit Kembali
Memasuki babak kedua, Club Brugge berusaha keluar dari tekanan dan menemukan ritme permainan mereka. Upaya tersebut membuahkan hasil ketika Raphael Onyedika berhasil memanfaatkan bola muntah yang dikeluarkan oleh kiper Oblak, mencetak gol yang membawa harapan bagi timnya.
Gol ini menjadi titik balik bagi Club Brugge, yang semakin bersemangat untuk mengejar ketertinggalan. Keberhasilan mereka dalam menyamakan kedudukan tak hanya membangkitkan semangat pemain, tetapi juga membakar semangat para pendukung yang hadir di stadion.
Serangan demi serangan dilancarkan oleh Club Brugge, berusaha untuk menggandakan keunggulan dan mengubah keadaan. Rasa percaya diri mereka tumbuh seiring berjalannya waktu, dan pemain-pemain kunci mulai menunjukkan kualitas terbaik mereka di lapangan.
Kedua Tim Bersiap untuk Pertandingan Leg Kedua
Kedua tim sekarang harus bersiap untuk pertandingan leg kedua, di mana Atletico Madrid akan menjadi tuan rumah. Pertandingan ini diprediksi akan sangat menarik, mengingat kedua tim memiliki motivasi yang tinggi untuk melaju ke babak berikutnya.
Atletico Madrid, dengan pengalaman dan kekuatan mental, akan berusaha memanfaatkan faktor tuan rumah untuk meraih kemenangan. Sekalipun hasil imbang di leg pertama, mereka memiliki keunggulan bermain di depan para pendukung setia yang akan menambah motivasi.
Sementara itu, Club Brugge tidak akan menyerah begitu saja. Mereka akan berupaya menemukan cara untuk menembus pertahanan Atletico dan mencetak gol yang dibutuhkan untuk melanjutkan perjuangan mereka di Liga Champions. Bagaimanapun juga, ini adalah kesempatan emas bagi mereka untuk menunjukkan kemampuan di panggung Eropa.













