Setiap saat, perubahan dalam tim sepak bola dapat mempengaruhi karier seorang pemain. Di musim kesembilannya bersama Liverpool, Andrew Robertson harus belajar membagi menit bermainnya dengan pemain baru, Milos Kerkez, yang dibeli seharga £40 juta.
Kehadiran Kerkez jelas menambah ketatnya persaingan di posisi bek kiri, posisi yang selama ini dikuasai oleh Robertson. Dalam beberapa pertandingan terakhir, ia hanya dipercaya menjadi starter sebanyak empat kali di Premier League musim ini, sebuah fakta yang mengejutkan bagi banyak penggemar.
Situasi ini sangat kontras dengan perannya selama bertahun-tahun sebelumnya, di mana ia selalu menjadi pilihan utama. Dalam keterbatasan tersebut, Robertson menunjukkan sikap profesional dengan mentalitas yang tidak pernah pudar.
Robertson Berusaha Terus Menjadi Pemain Utama di Liverpool
Meski persaingan semakin ketat, Robertson menegaskan bahwa mentalitasnya tetap sama. “Saya adalah pemain yang selalu ingin berada di lapangan, tak peduli dalam kondisi apa pun,” ujarnya dalam sebuah wawancara.
Ia mengingatkan tentang masa-masa ketika ia terus bermain meskipun merasa tidak dalam kondisi terbaik. Bahkan ketika cedera, ia masih berusaha untuk bisa membantu tim berjuang di lapangan.
Robertson menambahkan bahwa, “Saya pernah bermain ketika kondisi fisik saya hanya 50% atau bahkan lebih buruk.” Pernyataan ini menggambarkan dedikasinya terhadap tim dan rasa cintanya terhadap permainan sepak bola.
Perubahan Peran dan Tantangan Baru untuk Robertson
Dalam masa transisi ini, Robertson merasakan perubahan dalam perannya di tim. Meskipun depresi karena berkurangnya menit bermain, ia tetap berusaha untuk menemukan cara untuk berkontribusi secara positif.
“Saya mulai menikmati peran baru saya, meskipun itu tidak berarti saya senang duduk di bangku cadangan,” ujarnya. Menurutnya, peran itu membantunya untuk melihat permainan dari sudut pandang yang berbeda.
Dia menyadari bahwa dalam sepak bola, segala sesuatu bisa berubah dengan cepat. “Jika Anda tidak siap untuk beradaptasi, maka Anda akan tertinggal,” tegasnya, mencerminkan sifat kompetitifnya.
Kepemimpinan dan Ambisi Besar di Tim Liverpool
Robertson juga berbicara tentang pentingnya kepemimpinan dalam tim. Dengan banyaknya pemain muda yang bergabung, ia merasa bertanggung jawab untuk membimbing mereka. “Kami memiliki banyak talent muda, dan sebagai pemain berpengalaman, saya ingin membantu mereka,” ungkapnya.
Kepemimpinan di lapangan, menurutnya, adalah elemen kunci untuk mencapai kesuksesan. Ia percaya bahwa menciptakan lingkungan yang positif penting agar semua pemain dapat meraih potensi maksimal mereka.
Robertson menegaskan ambisi tim Liverpool untuk terus bersaing meraih kesuksesan. Dengan mentalitas yang tepat, ia yakin timnya dapat menghadapi tantangan apa pun ke depan.













