Pendidikan agama menjadi salah satu prioritas penting dalam kehidupan keluarga Fairuz A Rafiq. Dalam upaya menyiapkan generasi yang tidak hanya sukses secara akademis, tetapi juga berlandaskan nilai-nilai spiritual yang kuat, ia aktif memantau perkembangan hafalan Al-Qur’an anak-anaknya.
Fairuz merasa bersyukur melihat semangat anak-anaknya dalam menghafal ayat-ayat suci. Si sulung, King Faaz, bahkan telah menetapkan target yang cukup ambisius di usianya yang masih muda.
“Sekarang Abang Faaz insyaallah nanti sebelum kenaikan kelas akan wisuda juz 27 dan 26,” ungkap Fairuz dalam sebuah wawancara yang ditayangkan di kanal YouTube. Ia juga menambahkan bahwa saat ini hafalan putranya sudah mencapai surat Al Waqiah.
Pentingnya Pendidikan Agama Dalam Kehidupan Sehari-hari
Pendidikan agama sangat berperan dalam membentuk karakter anak. Dengan memahami nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran agama, anak-anak diharapkan dapat menghadapi tantangan hidup dengan lebih baik.
Fairuz percaya bahwa pendidikan agama tidak hanya terbatas pada hafalan, tetapi juga harus diintegrasikan ke dalam perilaku sehari-hari. Hal ini penting agar anak-anak dapat melihat relevansi ajaran agama dalam kehidupan mereka.
Dalam perjalanan mendidik anak-anaknya, Fairuz menekankan pentingnya keteladanan. Ia berusaha menunjukkan nilai-nilai agama melalui sikap dan tindakan sehari-hari, sehingga anak-anak dapat menirunya dengan mudah.
Peran Orang Tua dalam Mengembangkan Minat Belajar Anak
Orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam membangun minat belajar anak. Memberikan dukungan dan motivasi yang tepat dapat mendorong anak untuk lebih giat dalam belajar, terutama dalam bidang agama dan spiritualitas.
Fairuz selalu berusaha untuk menciptakan lingkungan belajar yang positif di rumah. Dengan cara ini, anak-anak merasa nyaman untuk belajar dan berbagi tentang pengalaman mereka dalam menghafal Al-Qur’an.
Salah satu cara yang dilakukan Fairuz adalah dengan memberikan pujian atas pencapaian kecil anak-anaknya. Hal ini memberikan dorongan tambahan bagi mereka untuk terus berusaha.
Tantangan dalam Menghafal Al-Qur’an dan Cara Mengatasinya
Menghafal Al-Qur’an bukanlah tugas yang mudah bagi anak-anak. Berbagai tantangan sering kali muncul, mulai dari kestabilan konsentrasi hingga kesulitan dalam memahami makna setiap ayat.
Fairuz mengakui bahwa ada kalanya anak-anak merasa minder saat menghadapi kesulitan. Untuk mengatasi hal ini, ia selalu mengingatkan mereka bahwa proses belajar adalah suatu perjalanan yang perlu dinikmati.
Selain itu, pendekatan yang menyenangkan dalam belajar juga dapat meringankan beban. Misalnya, ia akan mengajarkan anak-anaknya dengan cara yang interaktif agar mereka tetap bersemangat dan tidak merasa tertekan.













