Andhara Early menyatakan bahwa perjuangannya untuk mempertahankan rumah tangga bersama Bugi Ramadhana telah mencapai batas. Perbedaan visi dan pandangan hidup yang tak bisa dipertemukan akhirnya memaksa mereka untuk mengambil jalan perpisahan di pengadilan.
Melalui akun media sosialnya, Andhara pernah mengungkapkan perasaannya terkait perceraian yang terjadi setelah 14 tahun menjalani bahtera rumah tangga. Proses perceraian mereka resmi berlangsung di Pengadilan Agama Cibinong pada bulan Oktober 2025.
“Meskipun kita berusaha semaksimal mungkin, pada akhirnya kami ada di frekuensi yang berbeda,” ungkap Andhara dengan nada yang penuh hampa. Kenyataan ini menunjukkan bahwa kadang, meski usaha sudah maksimal, hasilnya tetap tidak sesuai harapan.
Perjalanan Rumah Tangga yang Panjang dan Penuh Tantangan
Setelah 14 tahun menjalin pernikahan, perjalanan rumah tangga Andhara dan Bugi tidaklah mudah. Berbagai dinamika yang dihadapi seiring bertambahnya waktu sering kali menuntut mereka untuk menyesuaikan diri.
Namun, titik balik terjadi ketika keduanya merasakan bahwa upaya untuk saling memahami semakin sulit. Andhara mengungkapkan bahwa meski cinta dan usaha untuk bertahan ada, ketidakharmonisan terus mengganggu kenyamanan hidup mereka.
Sementara banyak yang menyayangkan keputusan mereka, Andhara berpendapat bahwa melanjutkan pernikahan dalam keadaan tidak harmonis justru akan merugikan mental keduanya. “Kami hanya akan menciptakan lingkungan yang tidak sehat,” tegasnya.
Persepsi Publik dan Dukungan Sosial
Keputusan Andhara untuk bercerai tentunya menuai beragam reaksi dari publik. Banyak yang merasa kecewa, mengingat bahwa rumah tangga mereka telah berlangsung cukup lama. Dalam pernyataannya, Andhara melibatkan masyarakat dalam gambaran situasi yang dihadapinya.
Tak sedikit yang memberikan dukungan moral, menyadari bahwa perjalanan setiap pasangan tidak selalu mulus. Ia menjelaskan, keputusan ini diambil demi kebaikan bersama, meski pahit untuk dirasakan.
Andhara mengingatkan bahwa mengalami tekanan dalam hubungan bukanlah tanda kelemahan, tetapi merupakan realitas yang harus disadari banyak orang. Sikap terbuka untuk berbagi pengalaman ini diharapkan dapat membantu pasangan lain yang mungkin menghadapi masalah serupa.
Aspek Hukum dalam Proses Perceraian mereka
Pengurusan perceraian mereka berlangsung cepat setelah adanya kesepakatan di antara keduanya. Proses hukum ini menuntut mereka melewati masa pisah rumah selama enam bulan yang merupakan syarat administratif dari pengadilan.
Dalam pandangan Andhara, kesepakatan adalah langkah penting untuk menghindari konflik berkepanjangan. “Kami ingin proses ini berjalan masing-masing dengan cara yang baik,” ujarnya.
Baik Andhara maupun Bugi menyadari bahwa keputusan ini tidak hanya melibatkan mereka, tetapi juga seluruh keluarga dan lingkungan sosial. Mereka berusaha untuk tetap saling menghormati dan menjaga hubungan yang baik meski telah berpisah.













