Sebagai proyek yang membawa warna baru dalam dunia seni pertunjukan, adaptasi lagu-lagu Guruh Soekarnoputra menjadi landasan menarik. Proses kreatif yang diusung oleh tim produksi berfokus pada penyajian yang tidak hanya menghibur tetapi juga mengedukasi penonton mengenai sejarah musik Indonesia.
Pemilihan lagu-lagu ikonik dalam industri musik menjadi fokus utama dalam penataan cerita. Mikail, sebagai sutradara, mengungkapkan bahwa setiap lagu memiliki makna dan konteks yang memperkuat alur cerita yang dihadirkan.
“Kami sangat selektif dalam memilih lagu yang sesuai, misalnya ‘Puspa Indah’, ‘Gita Cinta’, dan ‘Keranjingan Disko’. Beberapa lagu diaransemen ulang agar sejalan dengan narasi yang ingin disampaikan,” ujarnya.
Pemilihan Lagu dan Proses Kreatif yang Menarik
Dalam tahap awal, tim kreatif melakukan diskusi mendalam untuk menentukan lagu yang akan digunakan. Setiap anggota memiliki pandangan dan kontribusi yang berharga dalam memilih lagu-lagu yang dipakai.
Mikail menjelaskan bahwa proses kreatif ini tidak hanya melibatkan pilihan lagu, tetapi juga bagaimana mengemasnya dalam konteks cerita. “Kami menginginkan penonton merasakan pengalaman emosional yang mendalam,” tambahnya.
Terlepas dari tantangan yang dihadapi, tim berupaya menciptakan aransemen yang tetap menghormati karya orisinal. Mereka memastikan bahwa setiap elemen penting dalam lagu tetap terjaga, sementara tetap memberikan sentuhan baru yang segar.
Keberanian Mikail dan Tim dalam Menghadapi Tantangan
Keputusan Mikail untuk menyutradarai para aktor senior dan berpengalaman menjadi salah satu sorotan utama. Kerjasama ini tidak hanya memberikan kekuatan pada pertunjukan, tetapi juga meningkatkan tantangan kreatif bagi sang sutradara.
Dengan pengalaman panjang di dunia musikal, Mikail merasa senang bisa berkolaborasi dengan nama-nama besar seperti Tante Yessy dan Tante Maudy. “Setiap aktor membawa warna dan keunikan masing-masing yang sangat berharga,” ungkapnya.
Pengalaman Unik Para Pemain dalam Proses Pertunjukan
Latihan demi latihan mewarnai perjalanan para aktor sebelum penampilan perdana. Proses ini tidak hanya melibatkan aspek teknis, tetapi juga pengembangan karakter dan hubungan antar pemain.
Para pemain mengungkapkan bahwa kolaborasi ini memberikan pengalaman belajar yang berharga. “Kami saling mendukung dan berbagi pengalaman, sehingga setiap penampilan terasa lebih hidup,” kata salah satu pemain.
Ketegangan menjelang pertunjukan perdana menjadi bagian tak terpisahkan dari proses kerja. Namun, semangat dan keinginan untuk menyampaikan cerita dengan baik mendorong para pemain untuk memberikan yang terbaik.













