Peristiwa tragis terjadi di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, di mana seorang siswa kelas IV berusia 10 tahun ditemukan tewas menggantung di dahan pohon cengkeh. Kejadian ini berlangsung pada Kamis, 29 Januari 2023, tidak jauh dari tempat tinggalnya yang sederhana bersama neneknya.
Penemuan jasadnya menimbulkan banyak pertanyaan dan keprihatinan di masyarakat sekitar. Dalam upaya penyelidikan, polisi menemukan sebuah surat tulisan tangan yang diduga ditulis oleh korban sebelum mengakhiri hidupnya.
Kasi Humas Polres Ngada, Ipda Benediktus Pissort, menjelaskan bahwa surat tersebut menunjukkan adanya kesedihan yang mendalam dari pihak korban. Melalui surat itu, pihak kepolisian menyimpulkan bahwa korban telah merasakan beban emosional yang berat sebelum tragedi ini terjadi.
Penyelidikan yang Mengungkap Fakta-fakta Mengerikan
Tim penyidik melakukan pemeriksaan di tempat kejadian perkara dan menemukan kesamaan antara tulisan di surat dengan beberapa buku tulis milik korban. Hal ini menunjukkan bahwa surat tersebut memang valid dan ditulis oleh anak malang ini sebelum mengambil keputusan yang tragis.
Dalam suratnya, korban meminta ibundanya untuk merelakannya dan mengatakan agar tidak menangis atau mencarinya lagi. Tanda-tanda emosional yang kuat ini menambah duka di antara masyarakat yang mengetahui kejadian ini.
Polisi juga meminta keterangan dari masyarakat sekitar yang menjelaskan kondisi hidup keluarga korban. Dari hasil pemeriksaan, terungkap bahwa anak tersebut tinggal dengan neneknya karena kondisi keluarga yang kurang baik.
Kondisi Kehidupan yang Menyentuh Hati
Dari wawancara dengan beberapa saksi, diketahui bahwa korban sempat meminta uang kepada ibunya untuk membeli buku tulis dan alat tulis lainnya, tetapi permintaan tersebut tidak dapat terpenuhi. Hal ini mengindikasikan adanya tekanan dan kesulitan yang dialami anak tersebut dalam menjalani kehidupannya.
Ibunda korban, yang berusia 47 tahun, juga mengekspresikan keprihatinannya tentang keadaan ekonomi keluarga yang sangat terbatas. Meskipun menghadapi banyak kesulitan, dia berusaha memberi pesan positif agar anaknya terus belajar dan tidak patah semangat.
Keputusan tragis dari anak tersebut mengindikasikan bahwa ada masalah yang lebih besar yang perlu diperhatikan dalam masyarakat terkait kesehatan mental dan dukungan emosional terhadap anak-anak.
Peran Penting Komunitas dalam Mencegah Kejadian Serupa
Kejadian ini seharusnya menjadi pelajaran penting bagi semua kalangan, terutama dalam mendukung kesehatan mental anak-anak. Masyarakat harus lebih peka terhadap kondisi emosional anggota keluarga dan lingkungan sekitar. Dukungan moral dari lingkungan sangat penting untuk mencegah munculnya masalah mental.
Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial, komunitas juga dapat berperan aktif dalam menyediakan akses ke layanan kesehatan mental. Dengan memberikan edukasi dan dukungan emosional, kita dapat membantu anak-anak berhadapan dengan masalah yang mereka hadapi.
Agar kejadian serupa tidak terulang, pendidikan emosional juga sangat penting. Sekolah dan orang tua harus bekerja sama dalam menanamkan keterampilan mengatasi tekanan pada anak-anak.











