Pembongkaran tiang monorel yang mangkrak di Jakarta menjadi fokus perhatian pemerintah DKI Jakarta. Gubernur Pramono Anung mengumumkan bahwa target penyelesaian pembongkaran tersebut adalah pada bulan September 2026.
Dengan total 109 tiang yang tersebar di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, proyek ini diharapkan bisa mengubah wajah kawasan menjadi lebih baik. Pembongkaran ini mencakup berbagai aspek penataan yang akan dilakukan secara menyeluruh.
Dalam pernyataan resminya, Pramono menyebutkan bahwa biaya untuk pembongkaran tiang monorel tersebut diperkirakan mencapai Rp254 juta. Selain itu, anggaran sekitar Rp102 miliar akan diarahkan untuk penataan keseluruhan kawasan agar lebih teratur dan fungsional.
Proyek penataan di kawasan tersebut akan mencakup perbaikan jalan, saluran drainase, trotoar, dan penerangan jalan umum. Selain itu, sentuhan estetika juga akan menjadi bagian dari perencanaan agar kawasan tersebut lebih menarik.
Mengurangi Kemacetan dan Meningkatkan Estetika Kawasan
Dengan anggaran besar yang disiapkan, Pramono yakin bahwa penataan kawasan Jalan HR Rasuna Said akan mampu mengurangi kemacetan lalu lintas. Hal ini tentu saja penting, mengingat kawasan tersebut merupakan salah satu jalur utama di Jakarta.
Pengerjaan pembongkaran tiang monorel akan dilakukan pada malam hari untuk memastikan lalu lintas tidak terganggu. Upaya ini diharapkan dapat menjaga kelancaran arus kendaraan di siang hari, saat kemacetan biasanya paling parah.
Pramono juga mengatakan bahwa ia telah meminta Bina Marga dan Dinas Perhubungan untuk mengatur lalu lintas di sekitar lokasi proyek. Langkah ini dirasa sangat penting agar publik tidak terlalu merasakan dampak dari proyek yang sedang berjalan tersebut.
Koordinasi dengan Beberapa Pihak Terkait
Selain mempersiapkan pembongkaran, Pramono mengungkapkan pentingnya koordinasi dengan beberapa lembaga, termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Langkah ini diambil untuk mencegah munculnya permasalahan hukum di masa depan.
Komunikasi intensif dengan PT Adhi Karya Tbk juga dilakukan sebagai kontraktor yang bertanggung jawab atas pembongkaran tiang-tiang tersebut. Pramono menyatakan bahwa proyek pembongkaran telah diminta untuk dilaksanakan sejak bulan November tahun lalu dengan jadwal yang ketat.
Melalui pendekatan ini, Pramono berharap proses pembongkaran bisa berjalan lancar. Ia berkomitmen untuk terus berkomunikasi dengan pihak Adhi Karya mengenai kemajuan dan penyerahan material yang diperlukan dalam pelaksanaan proyek.
Tantangan ke Depan dalam Penataan Kota Jakarta
Penataan kawasan di Jakarta selalu dihadapkan pada berbagai tantangan, terutama dari sisi lalu lintas dan kepadatan penduduk. Dengan proyek ini, diharapkan Jakarta bisa berkembang menjadi kota yang lebih teratur dan nyaman untuk dihuni.
Pembangunan infrastruktur yang baik akan turut mendukung kualitas hidup masyarakat. Oleh karena itu, keberhasilan proyek seperti ini menjadi penting untuk mendapatkan dukungan dari semua elemen masyarakat.
Pramono mengajak semua pihak untuk berkolaborasi dalam penataan kota. Keberhasilan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat yang perlu aktif terlibat dalam proses perubahan ini.













