Changan Indonesia telah memulai perakitan mobil listrik Deepal SO7 di dalam negeri pada Januari 2026. Langkah ini diambil setelah pengenalan merek serta dua model pertamanya, Deepal SO7 dan Lumin, pada November 2025. Ini menandai komitmen Changan untuk berkontribusi dalam pengembangan industri otomotif listrik di Indonesia.
Pada acara Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) yang digelar pada November 2025, perusahaan ini juga mulai membuka pemesanan untuk Deepal SO7. CEO Changan Indonesia, Setiawan Surya, mengungkapkan bahwa banyak konsumen yang ingin agar mobil mereka memiliki Nomor Identifikasi Kendaraan (NIK) 2026.
Setiawan menjelaskan bahwa mayoritas pemesan menginginkan pendaftaran yang sesuai dengan tahun 2026. Hal ini juga menunjukkan antusiasme pasar terhadap mobil listrik di Indonesia, yang terus berkembang seiring dengan meningkatnya kesadaran akan isu lingkungan.
Proses Perakitan dan Produksi Deepal SO7 di Indonesia
Deepal SO7 merupakan SUV listrik yang dapat menampung lima penumpang, dan saat ini diproduksi di pabrik anak perusahaan Grup Indomobil, National Assembler, yang berlokasi di Purwakarta, Jawa Barat. Meskipun Setiawan tidak merinci jumlah unit yang telah diproduksi hingga saat ini, kebangkitan industri otomotif listrik di tanah air menjadi sebuah harapan baru untuk masa depan yang lebih ramah lingkungan.
Seiring dengan meningkatnya perhatian terhadap keberlanjutan, konsumen semakin cerdas dalam memilih kendaraan. Mobil listrik seperti Deepal SO7 tidak hanya menawarkan efisiensi bahan bakar tetapi juga mengurangi emisi karbon yang berbahaya bagi lingkungan.
Sistem produksi lokal juga menjadi bagian dari strategi Changan dalam mengembangkan pasar mobil listrik. Hal ini tidak hanya memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat, tetapi juga mendukung perekonomian nasional.
Pembuatan mobil listrik di dalam negeri diharapkan dapat mendorong pertumbuhan industri otomotif tempatannya. Ini juga akan mendiversifikasi pilihan kendaraan bagi konsumen Indonesia yang semakin ingin beralih ke solusi transportasi yang lebih berkelanjutan.
Setiawan menekankan pentingnya memberikan edukasi kepada konsumen mengenai keuntungan menggunakan mobil listrik. Selain aspek lingkungan, mobil listrik juga menawarkan biaya operasional yang lebih rendah dalam jangka panjang.
Harga dan Insentif untuk Deepal SO7
Dari segi harga, Deepal SO7 ditawarkan dengan banderol Rp609 juta bagi konsumen yang sudah memesan dari November 2025 hingga Januari 2026. Ini merupakan penyesuaian harga yang dilakukan setelah insentif PPN DTP 10 persen tidak lagi berlaku setelah Desember 2025.
Awalnya, harga yang ditawarkan pada GJAW 2025 adalah Rp599 juta. Namun, seiring dengan perpindahan produksi ke tahun 2026, harga harus disesuaikan untuk mencerminkan biaya produksi yang lebih tinggi.
Walaupun harga telah mengalami kenaikan, Changan Indonesia berusaha untuk menjaga agar harga tetap terjangkau. Mereka memutuskan untuk memangkas harga dari Rp649 juta menjadi Rp609 juta sebagai bentuk komitmen untuk memberikan kesempatan bagi konsumen membeli mobil listrik ini.
Demi menjaga minat pasar, Setiawan menjelaskan bahwa perusahaan rela menanggung kerugian untuk memberikan harga yang lebih kompetitif. Tindakan ini dianggap sebagai bagian dari strategi promosi untuk memperkenalkan Deepal SO7 ke pasar yang lebih luas.
Harga yang kompetitif dan fitur-fitur yang dihadirkan menjadi nilai tambah bagi Deepal SO7 dalam persaingan di segmen mobil listrik. Ini menunjukkan bahwa Changan Indonesia siap berkontribusi dalam transisi menuju kendaraan listrik di tanah air.
Antusiasme Konsumen dan Proyeksi Masa Depan
Antusiasme konsumen terhadap Deepal SO7 menunjukkan adanya minat yang tinggi terhadap kendaraan listrik. Banyak yang percaya bahwa kendaraan ramah lingkungan ini akan menjadi pilihan utama di masa depan. Hal ini terlihat dari jumlah pemesan yang terus meningkat sejak dibukanya pendaftaran pada GJAW 2025.
Setiawan menyatakan, dengan semakin besarnya permintaan akan kendaraan listrik, Changan Indonesia sangat optimis tentang masa depan mobil listrik di Indonesia. Mereka berharap dapat memimpin pasar dan menjadi salah satu pemain kunci di segmen ini.
Perkembangan teknologi dan inovasi dalam industri otomotif juga memberikan harapan bagi pertumbuhan mobil listrik. Dengan dukungan dari pemerintah untuk insentif dan inisiatif hijau, Changan Indonesia berkomitmen untuk memproduksi kendaraan yang lebih berkelanjutan dan efisien.
Pada gilirannya, hal ini diharapkan dapat memberi dampak positif bagi lingkungan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui penciptaan lapangan kerja. Keberhasilan awal dari Deepal SO7 dapat menjadi model untuk pengembangan mobil listrik lainnya di masa depan.
Dengan fokus berkelanjutan ini, Changan Indonesia berharap dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap upaya mengurangi emisi karbon di Indonesia dan mendukung transisi menuju energi bersih. Ini adalah komitmen yang tidak hanya menguntungkan bisnis, tetapi juga lingkungan dan masyarakat luas.













