Pemerintah sedang dalam tahap akhir mempersiapkan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat yang menjadi korban bencana. Proyek ini diharapkan dapat segera dimulai, dengan penekanan pada percepatan proses, agar masyarakat yang terdampak dapat segera kembali ke kehidupan normal mereka.
Maruarar Sirait, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, menyatakan bahwa semua tahapan pembangunan telah disiapkan secara menyeluruh. Dia menekankan pentingnya pembangunan yang dilakukan secara terencana dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Proses pembangunan huntap ini mencakup berbagai langkah, mulai dari penetapan lokasi hingga pembangunan fisik. Dengan data yang telah dikumpulkan, pemerintah optimis akan sukses dalam melaksanakan proyek ini dengan tuntas.
Target Pemerintah dalam Pembangunan Hunian bagi Korban Bencana
Pemerintah menargetkan untuk memulai pembangunan hunian tetap pada awal tahun 2026, dengan penekanan pada lokasi yang sudah siap secara administratif. Selain itu, pemerintah juga memastikan bahwa proses pembangunan akan dilakukan secara bertahap dan terukur demi keselamatan masyarakat.
Data terakhir menunjukkan bahwa terdapat sekitar 189.308 rumah yang rusak akibat bencana di tiga provinsi. Angka ini menjadi acuan bagi pemerintah dalam merencanakan pembangunan hunian tetap yang tepat sasaran.
Pemilihan lokasi pembangunan huntap sangat diperhatikan, dengan tiga kriteria utama yang harus dipenuhi. Pertama, lokasi tersebut harus aman dari risiko bencana lanjutan. Kedua, lahan harus memiliki status hukum yang jelas untuk menghindari sengketa di masa depan.
Kriteria Penting dalam Penetapan Lokasi Huntap
Kriteria ketiga adalah aksesibilitas lokasi, yang harus dekat dengan fasilitas umum seperti ladang, sekolah, dan pasar. Hal ini bertujuan agar masyarakat dapat melanjutkan kegiatan sehari-harinya dengan nyaman setelah berpindah ke hunian baru.
Maruarar menjelaskan bahwa lokasi huntap tidak hanya sekadar tempat tinggal baru bagi masyarakat, tetapi juga harus mendukung kehidupan sosial dan ekonomi mereka. Ini merupakan komitmen pemerintah untuk membantu masyarakat kembali hidup normal.
Untuk memastikan proses pembangunan yang efisien, pemerintah berencana mengusulkan percepatan dalam penganggaran dan pengadaan barang dan jasa. Hal ini diharapkan dapat memperlancar realisasi proyek huntap.
Langkah-Langkah Pembangunan dan Komitmen Pemerintah
Dalam konteks ini, pemerintah akan memulai pembangunan fisik di Aceh Tamiang yang menjadi lokasi pertama yang dinyatakan siap. Maruarar meyakini bahwa dengan adanya data yang akurat, setiap langkah dapat diambil dengan tepat dan cepat.
Data yang digunakan sebagai rujukan merupakan bagian dari upaya besar untuk merespons secara profesional dan cepat terhadap situasi yang ada. Ini penting, agar semua pihak terlibat dalam penanganan bencana dapat bekerja sama dengan baik.
Ke depannya, pembangunan huntap juga akan melibatkan kerja sama lintas sektoral, agar semua aspek dapat diperhatikan. Dengan begitu, diharapkan masyarakat dapat menikmati hunian yang nyaman dan aman.











