Harga rumah seken di Indonesia menunjukkan perkembangan yang menarik pada tahun 2025. Meskipun pertumbuhan hanya mencapai 0,7 persen secara tahunan, angka ini mencerminkan kestabilan pasar yang semakin baik setelah melewati masa-masa sulit.
Stabilitas ini memberikan harapan bagi pembeli yang mencari hunian nyata, bukan sekadar investasi spekulatif. Dengan suku bunga yang lebih rendah, lebih banyak orang memiliki akses untuk membeli rumah dan merasa lebih yakin akan nilai aset yang mereka pilih.
Pasar properti Indonesia pada akhir tahun 2025 menunjukkan ketahanan setelah periode yang penuh tantangan. Data terbaru menunjukkan bahwa harga rumah mulai bergerak naik, menandakan berakhirnya fase koreksi yang terjadi sebelumnya.
Peringatan dari para analis menunjukkan bahwa pembeli kini lebih rasional dan selektif dalam memilih rumah yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Ini merupakan fase penting yang akan membentuk masa depan pasar properti, terutama menjelang tahun 2026.
Tren ini diharapkan akan terus berlanjut, khususnya di tengah kondisi ekonomi yang membaik. Hal ini menjadi peluang bagi konsumen untuk menemukan hunian yang berkualitas sebelum harga naik lebih tinggi karena meningkatnya permintaan.
Analisis Pertumbuhan Pasar Properti di Indonesia
Pasar properti Indonesia menjelang akhir tahun 2025 menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang konsisten. Banyak ahli sepakat bahwa pertumbuhan 0,7 persen YoY adalah indikator positif bagi perkembangan sektor ini ke depannya.
Dengan inflasi yang relatif rendah, pasar telah mampu menyesuaikan diri dengan kondisi ekonomi yang ada. Kenaikan harga yang moderat menunjukkan bahwa pasar dapat beradaptasi tanpa memicu kekhawatiran terhadap gelembung harga.
Di sisi lain, suku bunga yang diumumkan oleh Bank Indonesia juga berpengaruh besar. Penurunan suku bunga acuan ke level 4,75 persen memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat untuk mendapatkan pembiayaan rumah.
Pembiayaan yang lebih mudah diharapkan dapat mendorong lebih banyak orang untuk membeli rumah, sehingga mempercepat pertumbuhan pasar. Hal ini tentunya baik untuk meningkatkan stabilitas dan kepercayaan di sektor properti nasional.
Marisa Jaya, seorang analis yang terkemuka dalam bidang ini, menegaskan bahwa fase ini adalah bagian dari pendewasaan pasar properti di Indonesia. Hal tersebut menciptakan landasan yang lebih kuat untuk pertumbuhan berkelanjutan dalam beberapa tahun mendatang.
Perkembangan Harga Rumah di Kota-Kota Besar
Seiring dengan pertumbuhan harga secara nasional, beberapa kota besar mengalami pola pertumbuhan harga yang bervariasi. Bekasi, sebagai salah satu daerah berkembang, menunjukkan pertumbuhan harga sebesar 2,4 persen, memimpin di wilayah Jabodetabek.
Denpasar juga mencatatkan pertumbuhan tahunan tertinggi di Indonesia, meski dalam beberapa bulan terakhir harga mengalami normalisasi menyusul pertumbuhan agresif sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa pasar di Bali tetap aktif meskipun berada dalam fase stabil.
Di kota Makassar, perkembangan harga menunjukkan keunggulan dengan pertumbuhan dua segmen sekaligus. Untuk rumah kecil dengan luas di bawah 60 m², harga median mencapai Rp675 juta dengan kenaikan signifikan, sementara rumah berukuran besar juga mengalami pertumbuhan yang menggembirakan.
Selain itu, Surakarta turut mencatatkan lonjakan harga yang mengesankan. Pertumbuhan bulanan terbesar mencapai 3,8 persen pada Desember 2025, menjadikannya salah satu lokasi yang paling diminati oleh pembeli.
Yogyakarta juga tetap menjadi incaran banyak pembeli, khususnya di segmen menengah-atas yang menunjukkan daya tarik kuat, dengan harga median tinggi. Semua ini menandakan bahwa permintaan properti di kota-kota besar masih hangat, meskipun ada penyesuaian harga yang terjadi di berbagai lokasi.
Faktor yang Mempengaruhi Kestabilan Pasar Properti
Faktor ekonomi makro tentunya berperan penting dalam mempengaruhi pasar properti. Dengan pertumbuhan yang stabil dan inflasi terjaga, para calon pembeli telah lebih percaya diri dalam melakukan investasi rumah.
Keberadaan insentif dari pemerintah seperti PPN DTP yang tetap berlanjut juga memberikan kontribusi positif terhadap pasar. Kebijakan ini ditujukan untuk mendorong pertumbuhan di sektor perumahan, memungkinkan lebih banyak orang untuk memiliki rumah.
Program FLPP yang berkelanjutan diharapkan dapat memberikan solusi bagi masyarakat berpenghasilan rendah dalam mendapatkan hunian yang layak. Ini merupakan langkah strategis yang dapat membantu mengatasi tantangan perumahan di berbagai daerah.
Penting juga untuk mengingat bahwa kesadaran akan kebutuhan akan hunian berkualitas semakin meningkat di kalangan masyarakat. Pembeli kini lebih memprioritaskan lokasi, kualitas, dan nilai investasi ketika memilih rumah.
Marisa Jaya juga mengatakan bahwa pasar saat ini menunjukkan kedewasaan yang lebih baik. Ini mengindikasikan bahwa harga tidak lagi hanya dipengaruhi oleh kelangkaan stok, melainkan lebih kepada kemampuan dan kebutuhan pembeli yang sesungguhnya.













