Awal tahun 2026 menandai perubahan signifikan dalam pasar hunian dan investasi properti yang semakin matang serta selektif. Dengan didukung oleh stabilitas ekonomi dan kemajuan infrastruktur, berbagai pelaku pasar, baik end-user maupun investor, mulai mencermati potensi arah properti di tahun ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang mereka.
Dalam konteks ini, kawasan yang menjanjikan pertumbuhan yang pasti dan lingkungan yang berkelanjutan semakin menjadi perhatian. Banyak pihak yang meyakini bahwa analisis mendalam terhadap tren pasar sangat penting untuk menentukan langkah investasi yang tepat.
Pemerintah telah memperpanjang kebijakan PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) hingga akhir 2026, yang diharapkan dapat mendorong permintaan terutama untuk unit siap huni. Hal ini sekaligus menciptakan situasi yang lebih menarik bagi investasi properti di tahun mendatang.
Di samping itu, relaksasi suku bunga acuan oleh Bank Indonesia memberikan kemudahan dalam pembiayaan KPR, di mana bank mulai menawarkan skema bunga promosi yang lebih kompetitif. Kepercayaan konsumen dan investor juga meningkat seiring dengan stabilitas politik pasca Pemilu 2024, yang disebut-sebut sebagai fondasi kuat untuk memasuki tahun 2026.
Menurut Dayu Dara Permata, CEO & Founder Pinhome, tren positif pasar hunian saat ini tidak dapat dipisahkan dari sejumlah faktor fundamental yang saling menguatkan. Ia mengemukakan bahwa kebijakan fiskal yang mendukung, kondisi suku bunga, serta pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan menjadi pilar utama dalam menciptakan pasar yang sehat.
Kota Mandiri Menjawab Kebutuhan Hunian Modern
Kota mandiri kembali menjadi sorotan dalam lanskap properti karena menawarkan solusi hunian terintegrasi yang semakin dibutuhkan. Konsep one-stop living memberikan kemudahan bagi penghuni untuk memenuhi berbagai kebutuhan dalam satu kawasan, seperti tempat tinggal, bekerja, dan berlibur.
Terutama di kawasan penyangga Jakarta seperti Tangerang dan Bogor, pertumbuhan suplai hunian baru mengalami peningkatan yang signifikan. Laporan pasar residensial terbaru mencatat bahwa inventori rumah baru di segmen menengah atas tumbuh hingga 34 persen dibandingkan semester sebelumnya.
Kawasan seperti Paramount Petals di barat Jakarta menjadi contoh pengembangan kota mandiri yang bertahap. Fokus pada infrastruktur dan fasilitas kota menjadi hal utama dalam berbagai tahap pembangunan, menjadikan kawasan ini relevan serta berfungsi sejak awal.
Chrissandy Dave, Direktur Paramount Land, menggarisbawahi pentingnya perencanaan matang dalam pembangunan kota mandiri. Ia menekankan bahwa setiap pertumbuhan harus selaras dengan kebutuhan penghuninya agar kota bisa berfungsi maksimal.
Rancangan kawasan juga mencakup beragam fasilitas umum seperti rumah sakit, area komersial, dan ruang terbuka yang tidak hanya mendukung kualitas hidup tetapi juga memupuk komunitas yang harmonis. Peningkatan fasilitas ini menjadi penunjang utama dalam menarik perhatian calon penghuni dan investor.
Pentingnya Infrastruktur dan Konektivitas untuk Daya Tarik Kawasan
Konektivitas adalah elemen krusial dalam menentukan arah properti di tahun-tahun mendatang. Pembangunan infrastruktur transportasi seperti jalan tol, MRT, dan LRT secara konsisten meningkatkan daya tarik kawasan penyangga Jakarta.
Dayu menegaskan bahwa infrastruktur yang baik adalah pendorong utama dalam kenaikan nilai kawasan. Aksesibilitas yang membaik sudah pasti berdampak signifikan terhadap minat dan nilai properti.
Data menunjukkan bahwa wilayah yang diminati pencarian tertinggi pada tahun 2025 didominasi oleh daerah dengan konektivitas yang baik, seperti Tangerang, Jakarta Selatan, dan Jakarta Barat. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen semakin cerdas dalam memilih lokasi hunian berdasarkan aksesibilitas.
Marisa Jaya, Head of Research, mencatat bahwa pertumbuhan kawasan di Tangerang menjadi yang paling menonjol. Dengan kontribusi pencarian yang tinggi, mulai dari jaringan tol utama hingga aksesibilitas ke pusat bisnis, Tangerang menawarkan banyak keunggulan.
Pemangkasan waktu tempuh menuju pusat kota berkat infrastruktur yang terus terbangun adalah salah satu alasan mengapa pemukiman di kawasan penyangga terus diminati. Kombinasi antara lokasi dan aksesibilitas inilah yang menjadi daya tarik utama.
Indikator Pembangunan dan Kemandirian Kota
Di dalam konteks pembangunan kota mandiri, milestone pembangunan menjadi indikator yang krusial. Hingga tahun 2026, jumlah hunian dan area komersial yang telah dibangun di kawasan-kawasan seperti Paramount Petals sangat signifikan, dengan lebih dari 1.300 unit sudah siap huni.
Tidak hanya itu, fasilitas komunitas, klinik kesehatan, dan area komersial yang memiliki tenant ritel dan kuliner sudah beroperasi. Kesiapan pasar modern di kawasan ini turut menambah nilai guna dan memberikan kemudahan bagi warga yang tinggal di sana.
Chrissandy menekankan bahwa aktivitas sosial dan ekonomi di kawasan ini tidak harus menunggu sampai semua fase pembangunan selesai. Justru, kehidupan yang dimulai sejak awal fase pembangunan dapat menciptakan ekosistem yang efektif.
Infrastruktur yang menghubungkan kawasan ini dengan wilayah lain juga menjadi fokus perhatian. Antara lain, akses tol Jakarta-Tangerang yang sedang memasuki tahap ujicoba adalah salah satu contoh komitmen dalam pengembangan konektivitas yang lebih baik.
Kota mandiri ini diharapkan juga akan dilintasi oleh MRT Lintas Timur-Barat, yang akan semakin memperkuat konektivitas kawasan tersebut. Keseluruhan upaya ini bertujuan untuk menciptakan hunian yang tidak hanya nyaman tetapi juga terintegrasi.
Kesempatan Investasi dan Pertumbuhan Berkelanjutan
Kota mandiri kini menawarkan peluang investasi dengan potensi pertumbuhan yang stabil seiring bertambahnya fasilitas dan populasi. Namun, para pengamat mengingatkan bahwa jenis investasi ini berada dalam jangka waktu menengah hingga panjang.
Pasar properti saat ini cenderung lebih selektif, dengan konsumen yang lebih memperhatikan aspek mobilitas dan kualitas infrastruktur kawasan. Hal ini menciptakan fondasi yang kuat untuk pemulihan dan pertumbuhan pasar properti nasional pada tahun 2026.
Dayu juga menekankan bahwa pertumbuhan suplai di kawasan penyangga menjadi indikator kepercayaan dari pengembang terhadap permintaan jangka panjang. Pengembang semakin menyadari pentingnya membangun kota mandiri yang matang dan terintegrasi.
Dari sudut pandang investasi, pendekatan yang lebih berkelanjutan menjadi sangat relevan di tengah tren pasar yang terus berkembang. Di saat yang sama, tren pembangunan yang berkelanjutan akan memberikan keuntungan bagi calon penghuni yang mencari kualitas hidup lebih baik.
Arah properti 2026 menunjukkan harapan akan keberlanjutan di sektor hunian. Dengan adanya infrastruktur dan komunitas yang sudah mulai tumbuh, kota mandiri menjadi pilihan tepat untuk berinvestasi dan menikmati kehidupan yang berkualitas.













