Fenomena alam yang tidak terduga, seperti kemunculan lubang raksasa atau sinkhole, telah menghebohkan masyarakat di Nagari Situjuah, Sumatra Barat. Lubang yang tanahnya ambles ini muncul tiba-tiba di kawasan permukiman, sehingga memicu kepanikan di kalangan penduduk setempat yang khawatir akan keselamatan mereka dan dampak lingkungannya.
Dengan diameter mencapai lebih dari 10 meter, lubang ini berpotensi membesar dan semakin dalam, yang akan membahayakan lingkungan dan keamanan warga sekitar. Kejadian ini menyoroti bagaimana fenomena alam dapat terjadi secara tiba-tiba dan membawa dampak serius bagi kehidupan sehari-hari.
Secara umum, lubang ambles atau sinkhole sering kali disebabkan oleh air yang meresap ke dalam tanah, yang dapat melarutkan lapisan batuan di bawah permukaan. Proses ini menjadi semakin mengkhawatirkan ketika mempertimbangkan potensi risiko bagi masyarakat dan infrastruktur di sekitarnya.
Pemicu dan Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Umum
Menurut berbagai kajian, air merupakan faktor utama yang menyebabkan terbentuknya lubang ambles. Proses ini bisa terjadi ketika air hujan asam mengikis lapisan batuan dasar yang ada di bawah permukaan tanah, sehingga mengakibatkan kerusakan yang significant.
Keberadaan geologi tertentu, seperti daerah karst yang terdiri dari batuan kapur, juga berkontribusi besar terhadap pembentukan sinkhole. Ketika air tanah meresap ke dalam celah dan mengendap di bawah tanah, efek erosi mulai terjadi, memperlebar rongga yang terbentuk.
Air yang terus-menerus mengikis lapisan tersebut lama kelamaan bisa menciptakan lahan kosong di bawah permukaan. Tanpa dukungan yang cukup dari sedimen di atasnya, akhirnya permukaan akan runtuh, menyebabkan fenomena yang dikenal sebagai sinkhole.
Karakteristik dan Jenis-Jenis Sinkhole yang Dikenali
Sinkhole umumnya terbagi menjadi dua jenis, yang paling umum adalah sinkhole penurun permukaan atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini biasanya berkembang lambat dan bisa memakan waktu bertahun-tahun untuk terlihat dari permukaan.
Di sisi lain, terdapat juga sinkhole runtuhan atap gua, yang bisa muncul dengan sangat cepat dalam hitungan jam. Jenis terakhir ini terjadi ketika atap gua menjadi terlalu tipis untuk menopang beban di atasnya, sehingga menyebabkan kolaps.
Fenomena alam ini cukup sulit diprediksi, dan sering kali tidak terlihat tanda-tanda awal yang bisa dijadikan peringatan. Ini menjadikan risiko yang dihadapi oleh komunitas di daerah rentan sinkhole semakin besar, terutama dalam rupa kerusakan infrastruktur dan keselamatan individu.
Di Mana Saja Fenomena Sinkhole Banyak Terjadi di Dunia?
Fenomena sinkhole lebih banyak dilaporkan terjadi di daerah tertentu seperti Florida, Texas, dan Alabama di Amerika Serikat. Tanah berpasir di Florida, misalnya, memiliki kesamaan dengan Swiss keju, yang memungkinkan terbentuknya banyak lubang ambles.
Setiap tahun, kerugian yang diakibatkan oleh sinkhole di Amerika Serikat mencapai miliaran dolar, terutama terkait dengan kerusakan jalan dan bangunan. Meskipun biayanya tinggi, angka ini masih terbilang cukup rendah dibandingkan dengan kerugian akibat bencana alam lainnya seperti badai dan gempa bumi.
Wilayah lain yang terkenal dengan keberadaan sinkhole adalah Laut Mati dan Semenanjung Yucatán di Meksiko. Di sana, kondisi geologis dan alami telah membuat daerah ini sangat rentan terhadap munculnya lubang amles yang mengkhawatirkan.











