Komet C/2025 A4 (Lemmon) dan C/2025 R2 (SWAN) akan mencapai titik terdekatnya dengan Bumi pada tanggal 21 Oktober mendatang. Pergerakan komet yang luar biasa ini bisa disaksikan melalui siaran langsung yang akan diadakan malam ini, menawarkan pengalaman langit yang jarang terjadi bagi para pencinta astronomi.
Astronom Gianluca Masi dan Proyek Teleskop Virtualnya akan melakukan siaran langsung pada 20 Oktober pukul 13.30 EDT atau 21 Oktober pukul 00.30 WIB. Siaran ini akan menampilkan penampakan kedua komet tersebut dari Manciano, Italia, dan memberikan kesempatan luas kepada publik untuk menyaksikan keduanya secara bersamaan.
Dua komet yang muncul hampir bersamaan dalam waktu ini merupakan peristiwa langka, menjadikannya sebuah momen bersejarah dalam dunia astronomi. Komet Lemmon dan SWAN yang bersinar di langit malam menjanjikan keindahan serta keajaiban bagi siapa saja yang berkesempatan menyaksikannya.
Fenomena Langit yang Memukau dan Menarik Perhatian
Kedua komet ini akan menjadi sorotan utama di langit pada bulan Oktober ini, dengan jarak yang cukup berbeda dari Bumi. Komet Lemmon akan melintas sekitar 90 juta kilometer dari Bumi, sedangkan Komet SWAN akan lebih dekat dengan jarak sekitar 39 juta kilometer.
Komet Lemmon ditemukan pada Januari 2025 dan diperkirakan akan semakin cerah seiring dengan posisinya yang berada dalam sistem surya bagian dalam. Ia dapat terlihat menggunakan teropong atau teleskop kecil di arah barat setelah matahari terbenam, dan secara bertahap akan meningkat ketinggiannya di langit setiap malam.
Sementara itu, Komet SWAN ditemukan pada bulan September 2025 oleh instrumen SWAN dari Observatorium Matahari dan Heliosfer. Komet ini paling baik dilihat saat ayam berkokok di timur, menjauh dari Matahari di cakrawala saat fajar, menambah pesona keindahannya.
Persiapan untuk Menyaksikan Komet di Langit Malam
Menurut astronom Quanzhi Ye dari Universitas Maryland, kedua komet ini memiliki jendela waktu pengamatan yang terbatas setiap hari. Hal ini disebabkan keduanya terlihat sangat dekat dengan Matahari jika dilihat dari Bumi.
Komet Lemmon lebih jelas di belahan Bumi utara, sedangkan Komet SWAN lebih terlihat di belahan Bumi selatan. Namun, saat ini, SWAN juga mulai tampak di belahan utara, memberi penggemar astronomi di kedua belahan Bumi kesempatan untuk mengamati keindahannya.
Agar bisa melihat komet ini dengan jelas, disarankan untuk menggunakan teropong atau kamera ponsel dengan pengaturan eksposur panjang. Pilihlah tempat yang jauh dari polusi cahaya untuk mendapatkan pandangan terbaik terhadap fenomena ini.
Aplikasi dan Alat untuk Membantu Pengamatan Komet
Bagi para pengamat, aplikasi planetarium seperti Stellarium dan KStars bisa sangat membantu dalam melacak posisi real-time dari kedua komet tersebut. Dengan aplikasi ini, Anda dapat mengetahui kapan tepatnya waktu untuk melihat komet berdasarkan lokasi Anda.
Saat ini, Komet Lemmon berada di bawah rasi bintang Big Dipper, dan pengamat yang ingin menyaksikannya harus siap-siap menjelang malam. Rasi bintang ini menjadi titik panduan yang baik bagi siapa saja yang tertarik untuk mengikuti posisi komet di langit.
Pengamatan yang dilakukan dengan baik tidak hanya memberikan pandangan visual yang menarik, tetapi juga menambah wawasan mengenai fenomena astronomi. Dengan pengetahuan ini, pengalaman menyaksikan kedua komet ini akan menjadi lebih berharga dan mendidik.













