Warga Desa Jatilaba, Kabupaten Tegal, baru-baru ini mengalami kejadian yang mengguncang komunitas mereka. Penemuan sebuah batu yang diduga meteor semakin menarik perhatian masyarakat setelah adanya fenomena bola api yang melintas di langit Cirebon.
Batu tersebut memiliki warna hitam pekat mirip bijih besi dan permukaannya tampak tidak rata. Bobot batu ini diperkirakan mencapai tiga kilogram, menambah rasa penasaran terhadap asal-usulnya.
Wasroni, seorang warga berusia 50 tahun, menemukan batu ini pada malam Minggu, tepat setelah suara dentuman keras muncul. Dentuman itu terdengar seperti petir dan cukup kuat untuk menggetarkan kaca jendela, memicu rasa ingin tahu warga untuk keluar rumah.
Banyak warga desa berlarian keluar untuk melihat apa yang terjadi di langit. Suara keras ini kemudian menjadi topik pembicaraan hangat di kalangan masyarakat.
Penemuan yang Mengejutkan di Tengah Malam
Wasroni menjelaskan bahwa ia mendengar suara dentuman hingga lima kali. Suara itu berasal dari arah utara dan terasa sangat mengganggu sehinga kaca jendela bergetar.
Setelah suara itu berhenti, seorang anak laki-laki, Ibnu, yang merupakan tetangga Wasroni, melihat benda keras jatuh di tanah kosong. Ibnu berteriak, menggambarkan benda tersebut seakan terlihat menyala saat jatuh dari langit.
“Dia bilang itu seperti api jatuh dari langit,” tambah Wasroni, menirukan ekspresi penuh semangat dari Ibnu. Penemuan ini tentu menambah misteri yang menyelimuti peristiwa tersebut.
Warga yang penasaran segera berkumpul untuk mencari benda itu. Ketika sampai di lokasi, mereka menemukan sebuah lubang di tanah dan sebuah batu yang diduga sebagai meteor itu tergeletak di dekatnya.
Deskripsi Fisik Batu yang Diduga Meteor
Batu yang ditemukan Wasroni semakin menarik perhatian banyak pihak. “Pas didekati, tanahnya berlubang dan batunya masih hangat,” jelasnya, menunjukkan ada keunikan tersendiri pada batu tersebut.
Warga desa semakin penasaran untuk mengetahui lebih dalam mengenai asal usul batu ini. Menariknya, hingga saat ini, batu tersebut masih disimpan dengan baik di rumah Wasroni.
Wasroni bahkan tidak menutup kemungkinan untuk menjual batu itu jika ada kolektor atau ilmuwan yang tertarik untuk menelitinya. Keinginan ini menambah dinamika dalam komunitas desa, karena banyak yang ingin tahu lebih lanjut.
Kepala Desa Jatilaba, Jumadi, juga membenarkan penemuan batu luar biasa ini. Namun, hingga saat ini belum ada tim dari lembaga resmi seperti LAPAN atau BMKG yang datang untuk melakukan verifikasi terhadap batu tersebut.
Kehidupan Warga Desa Setelah Penemuan Batu Meteor
Penemuan ini tak hanya menciptakan sensasi di desa, tetapi juga mendorong warga untuk lebih memperhatikan fenomena alam di sekitarnya. Mereka mulai melakukan percakapan mendalam tentang bintang dan langit setelah kejadian ini.
Rasa penasaran yang muncul telah memicu diskusi yang lebih luas di kalangan warga setempat. Beberapa warga bahkan menyatakan keinginan untuk belajar lebih banyak tentang meteor dan astronomi.
“Kita harus lebih peka terhadap fenomena alam,” seru salah satu warga yang sangat bersemangat. Ini bisa menjadi awal bagi banyak ilmu pengetahuan yang mungkin diabaikan sebelumnya.
Batu yang diduga meteor ini tidak hanya selain menjadikannya sebagai objek perbincangan, tetapi juga menginspirasi beberapa anak muda untuk bermimpi menjadi ilmuwan atau astronom di masa depan.
Dengan banyaknya misteri yang belum terpecahkan dan rasa ingin tahu yang meningkat, Desa Jatilaba mungkin menjadi saksi sebuah perubahan dalam cara masyarakatnya melihat dunia.











