Blue Origin, perusahaan yang didirikan oleh Jeff Bezos, baru saja mengumumkan penundaan penerbangan roket wisata antariksa suborbital New Shepard. Ini merupakan langkah signifikan bagi perusahaan yang dikenal karena menawarkan pengalaman luar angkasa singkat bagi penumpangnya, termasuk kalangan kaya dan selebriti.
Sejak tahun 2021, New Shepard telah berhasil membawa penumpang dalam penerbangan singkat selama sekitar 10 menit, memberikan mereka kesempatan untuk merasakan sensasi berada di luar angkasa. Namun, proyek ini kini harus ditangguhkan untuk fokus pada tujuan yang lebih ambisius.
Penny Alih Daya, juru bicara Blue Origin, menegaskan bahwa perusahaan akan menghentikan program penerbangan rekreasi setidaknya selama dua tahun. Ini disebabkan oleh keputusan untuk mengalihkan sumber daya demi mempercepat pengembangan kapasitas manusia dalam eksplorasi Bulan.
Rencana Blue Origin dalam Eksplorasi Bulan dan Dampaknya terhadap Penerbangan Wisata
Keputusan untuk menghentikan penerbangan wisata mengundang banyak perhatian, terutama mengingat tingginya antusiasme masyarakat terhadap pengalaman terbang ke luar angkasa. Menurut Blue Origin, langkah ini bertujuan untuk mendukung rencana pengiriman astronaut ke Bulan.
Perusahaan ini berkolaborasi dengan NASA untuk mengembangkan kendaraan yang dapat mengangkut astronaut dari luar angkasa ke permukaan Bulan. Tujuan jangka panjangnya adalah menciptakan kehadiran permanen di Bulan yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai penelitian ilmiah yang krusial.
SpaceX, pesaing utama Blue Origin yang juga dipimpin oleh Elon Musk, saat ini terlibat dalam proyek serupa. Dengan adanya dua perusahaan besar yang berlomba dalam teknologi luar angkasa, persaingan ini diharapkan dapat mempercepat kemajuan dalam eksplorasi antariksa.
Perlombaan Antariksa: NASA dan Pendaratan di Bulan
Nasa saat ini tengah merencanakan misi Artemis III untuk mendaratkan astronaut di Bulan, yang merupakan pendaratan pertama sejak era Apollo. Misi ini diharapkan dapat diluncurkan pada tahun 2028, tetapi jadwal tersebut mungkin akan mengalami penundaan.
Dalam konteks ini, Menteri Perhubungan menekankan pentingnya memastikan agar NASA dapat mengirim astronaut ke Bulan sebelum kompetitor seperti China. Ini menunjukkan bahwa ada ketegangan geopolitik dan perlombaan yang semakin intens dalam bidang eksplorasi luar angkasa.
Selain itu, NASA juga mempertimbangkan untuk menggunakan pendarat Blue Origin jika pendarat dari SpaceX tidak memenuhi tenggat waktu. Ini menandakan semua pihak terlibat saling memonitor perkembangan masing-masing.
Pernyataan dari Pihak NASA dan Pemimpin Perusahaan Antariksa
Meski saat ini tidak ada penjelasan rinci mengenai waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan kesepakatan dengan SpaceX, pihak NASA menunjukkan komitmen yang kuat terhadap rencana pendaratan ini. Adminstrator baru NASA, Jared Isaacman, juga menyatakan perhatiannya terhadap jalannya proyek tersebut.
Isaacman mengungkapkan bahwa meskipun ada beberapa tantangan, kolaborasi antara NASA, SpaceX, dan Blue Origin membawa harapan besar. Dengan saling berbagi informasi dan rencana, perusahaan-perusahaan ini dapat mempercepat misi luar angkasa yang ambisius ini.
Jika Blue Origin berhasil dengan rencananya, mereka tidak hanya akan memainkan peran penting dalam eksplorasi Bulan, tetapi juga menghidupkan kembali ketertarikan publik terhadap penerbangan luar angkasa. Pengumuman mengenai penundaan penerbangan suborbital tentu tidak mematahkan semangat calon penumpang yang menunggu kesempatan untuk menjelajahi luar angkasa.









