FX Hadi Rudyatmo atau FX Rudy baru-baru ini melakukan pertemuan penting dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sebelum mengajukan pengunduran diri sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD PDIP Jawa Tengah. Pertemuan ini menjadi fokus perhatian, terutama berkaitan dengan dinamika internal partai di Jateng.
Rudy menjelaskan bahwa ia telah bertemu Megawati dua kali, yakni di Bali dan Jakarta. Pertemuan pertama di Bali terjadi setelah ia pulang dari kunjungan ke Vatikan, yang kemudian dilanjutkan dengan pertemuan kedua di Jakarta.
Pada pertemuan di Bali, yang berlangsung pada 12 Desember, Rudy mengaku langsung berdiskusi dengan Megawati mengenai sejumlah isu penting, termasuk calon-calon Ketua DPC se-Jawa Tengah. Ini menjadi langkah awal sebelum ia membuat keputusan terkait pengunduran dirinya.
Pembahasan Calon Ketua DPC Se-Jawa Tengah yang Krusial
Saat berada di Jakarta, Rudy menjelaskan lebih lanjut tentang hasil pertemuan tersebut, di mana mereka membahas berbagai calon ketua DPC. Diskusi ini melibatkan nama-nama besar seperti Djarot Saiful Hidayat dan Ganjar Pranowo, yang dianggap potensial untuk menduduki pos penting di partai.
Rudy menyoroti bahwa pemilihan Ketua DPC tidak hanya melibatkan satu atau dua nama, melainkan ada beberapa kandidat yang akan dibahas lebih lanjut. Ini menunjukkan bahwa partai ingin memastikan pemimpin yang terpilih benar-benar memiliki kapabilitas dan dukungan dari banyak pihak.
Dalam pertemuan itu, Rudy mengatakan pembicaraan dilakukan secara virtual saat di Bali dan dilanjutkan dengan diskusi tatap muka di Jakarta. Dia menyebut bahwa ada berbagai nama yang diusulkan dalam rapat tersebut, menunjukkan komitmen pada kepengurusan partai.
Dinamika Pengunduran Diri dan Keputusan Pribadi
Rudy menjelaskan bahwa pengunduran dirinya sebagai Plt DPD PDIP Jawa Tengah bukanlah hal yang mudah. Meskipun sudah mengajukan surat pengunduran diri, ia merasa bahwa keputusannya murni untuk kebaikan partai dan bukan karena tekanan dari pihak manapun.
Dia menegaskan bahwa surat pengunduran dirinya dikirimkan pada tanggal 17 Desember setelah pertemuan dengan Megawati. Rudy juga menambahkan bahwa ia tidak membahas pengunduran diri tersebut saat pertemuan dengan Megawati, menunjukkan bahwa pengunduran ini bersifat mendesak dan diputuskan secara pribadi.
Keputusan ini diambil Rudy demi memperkuat organisasi dan memastikan bahwa kepentingan partai tetap diutamakan. Dengan sikap tulus terhadap partai, ia merasa lebih baik untuk kembali menjadi anggota biasa daripada tetap menjadi pemimpin yang diragukan kemampuannya.
Klarifikasi Soal Penundaan Konferda yang Berhembus
Jelang konferensi daerah (konferda), Rudy membantah adanya keterkaitan antara pengunduran dirinya dan penundaan konferda yang akan datang. Ia menekankan bahwa penjadwalan konferda adalah hak prerogatif DPP dan bukan di bawah kendalinya.
Rudy menjelaskan bahwa penundaan konferda juga bukan hanya terjadi di Jawa Tengah, tetapi di berbagai daerah lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa situasi politik yang ada bukan semata-mata dipengaruhi oleh pergerakan di Jateng tetapi meluas secara nasional.
Terkait jabatannya sebagai Plt, Rudy menegaskan bahwa keputusan lebih lanjut akan bergantung pada arahan dari ketua umum. Hal ini menunjukkan adanya struktur yang tetap harus diikuti dalam pengambilan keputusan di tubuh partai.
Pandangan ke Depan dan Harapan untuk Partai
Rudy berharap agar kedepannya PDIP dapat melanjutkan perjalanan politiknya dengan solid dan terarah. Ia menekankan pentingnya setiap kader untuk tetap berkomitmen terhadap visi dan misi partai.
Dengan mengedepankan kepentingan partai di atas kepentingan pribadi, Rudy optimis bahwa langkah-langkah yang diambil akan membawa dampak positif. Hal ini penting untuk memastikan bahwa PDIP tetap menjadi kekuatan politik yang tak tergoyahkan di Jawa Tengah dan seluruh Indonesia.
Dari sisi struktur, Rudy menyampaikan bahwa ia siap untuk mendukung kepemimpinan baru yang akan dihasilkan dari konferda yang akan datang. Kesiapan ini menunjukkan komitmen dan loyalitasnya terhadap partai meskipun tidak lagi menduduki posisi strategis.













