Proses pencarian korban dari runtuhnya gedung Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, sedang dilakukan dengan sangat serius. Hingga saat ini, jumlah korban yang meninggal dunia mencapai 45 orang, termasuk dua potongan tubuh yang masih tidak utuh.
Kasubdit Pengarahan dan Pengendalian Operasi Bencana, Emi Freezer, melaporkan bahwa pada tanggal 5 Oktober, tim gabungan telah berhasil mengevakuasi 19 jenazah dari area reruntuhan. Ratusan petugas dikerahkan untuk memastikan evakuasi berlangsung secara sistematis dan cepat.
Dalam upaya pencarian ini, pentingnya koordinasi antara berbagai lembaga terlihat jelas. Tim Basarnas, kepolisian, serta sejumlah relawan bergabung dalam satu komando untuk mengoptimalkan proses evakuasi dan membantu keluarga korban.
Situasi Terkini Terkait Proses Pencarian Korban Runtuhnya Gedung
Emi Freezer mengungkapkan bahwa total 19 jenazah telah dievakuasi, termasuk satu potongan tubuh yang ditemukan di sektor-sektor. Operasi pencarian masih fokus pada daerah utara di mana puing-puing berantakan, guna memastikan tidak ada yang terlewatkan.
Praktik terpenting dalam situasi bencana seperti ini adalah keberadaan tim DVI yang melakukan identifikasi jenazah. Jenazah-jenazah yang berhasil ditemukan dibawa ke rumah sakit untuk diproses lebih lanjut.
Pihak berwenang menyatakan bahwa banyaknya tim yang terlibat memberi harapan dalam pencarian masih ada kemungkinan warga yang selamat. Namun, kondisi medan yang sulit menjadikan proses evakuasi memerlukan ketelitian ekstra.
Kronologi Kejadian Runtuhnya Gedung Pondok Pesantren
Runtuhnya gedung yang termasuk musala di Pondok Pesantren Al Khoziny terjadi pada Senin sore, 29 September. Pada saat kejadian, banyak santri yang sedang melaksanakan Salat Ashar berjemaah di dalam gedung tersebut yang saat itu masih dalam tahap pembangunan.
Kejadian ini mengejutkan banyak pihak, termasuk masyarakat setempat. Kini, seluruh perhatian tertuju kepada para santri dan keluarga korban yang kehilangan orang-orang terkasih dalam insiden tragis ini.
Investigasi pun sedang dilakukan untuk mencari penyebab runtuhnya gedung, baik dari segi konstruksi maupun kepatuhan terhadap standar keselamatan yang ada. Penyebab pasti diharapkan segera terungkap agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Upaya Lanjutan untuk Penanganan Korban dan Keluarga
Saat ini, keseluruhan tim pencari dan penyelamat terus berupaya untuk menemukan 18 orang yang masih hilang. Semua pihak berharap agar proses ini bisa segera selesai untuk memberikan kepastian kepada keluarga yang menunggu di luar.
Pihak Pemerintah Daerah juga telah menyiapkan berbagai bantuan untuk keluarga yang terdampak. Bantuan tersebut mencakup dukungan psikologis bagi mereka yang mengalami trauma akibat insiden ini.
Berita terbaru tentang jumlah korban yang berhasil dievakuasi menjadi harapan baru untuk semua. Namun, harapan tersebut tidak lepas dari kesedihan atas kematian yang sudah terjadi, dan ini adalah pelajaran bagi semua pihak untuk lebih memperhatikan aspek keselamatan di masa mendatang.













