Prosesi pemakaman Captain Andy Dahananto, seorang pilot pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Sulawesi Selatan, berlangsung dengan penuh emosi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Ranca Sadang, Desa Margasari, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Keluarga dan kerabat memberikan penghormatan terakhir yang menggetarkan hati, menunjukkan kedalaman rasa kehilangan yang dirasakan oleh semua yang hadir di sana.
Banyak pelayat, termasuk rekan-rekan kerja dan warga setempat, datang untuk memberi penghormatan kepada almarhum. Saat peti jenazah diturunkan, tangisan dan isak tangis mengisi suasana, mencerminkan duka yang mendalam atas kepergian sosok yang sangat dihormati ini.
Pemakaman Captain Andy Dahananto dengan Upacara Formal
Upacara pemakaman dimulai sekitar pukul 11.54 WIB, diadakan secara resmi oleh Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Selama prosesi tersebut, terdapat penghormatan yang menandai peran penting Captain Andy dalam dunia penerbangan.
Peti jenazah yang berhiaskan bendera Merah Putih, menjadi simbol dedikasi dan cintanya terhadap bangsa. Para petugas upacara menanggung peti jenazah dengan penuh rasa hormat, menampilkan sikap profesionalisme yang patut dicontoh.
Setelah upacara resmi selesai, keluarga dan pelayat lainnya diberikan kesempatan untuk melakukan tabur bunga sebagai tanda penghormatan. Momen ini dimanfaatkan untuk menyampaikan doa terakhir dan harapan agar perjalanan terakhir Captain Andy diberkahi.
Momen Emosional dan Kenangan Tak Terlupakan
Selama hampir dua jam, prosesi pemakaman diwarnai dengan isak tangis keluarga dan kerabat yang merasa kehilangan. Setiap momen menjadi penanda atas betapa besar rasa cinta dan penghargaan mereka terhadap almarhum. Keluarga yang ditinggalkan diberi kesempatan untuk mengungkapkan perasaan mereka dalam cara yang paling tulus.
Andry, adik kandung dari Captain Andy, menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam proses evakuasi dan pemakaman. “Kami sangat menghargai bantuan ini karena proses kepulangan almarhum sangat sulit,” ujarnya, menegaskan arti penting dukungan dari masyarakat saat masa-masa sulit seperti ini.
Sosok Captain Andy dikenang sebagai pribadi yang penuh kebaikan dan dedikasi yang tinggi. Kenangan indah bersama rekan-rekannya diungkapkan oleh Captain Djarot Harnanto, yang berbicara tentang sifat humoris dan ramah Captain Andy semasa hidupnya.
Tragedi Kecelakaan Pesawat yang Merenggut Nyawa
Captain Andy Dahananto merupakan salah satu korban tragis dalam kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang jatuh di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada hari Sabtu, 17 Januari. Insiden tersebut menewaskan sepuluh orang, menyebabkan kedukaan yang mendalam bagi banyak keluarga yang kehilangan orang-orang tercintanya.
Peristiwa ini menunjukkan betapa berisikonya pekerjaan sebagai pilot, di mana setiap penerbangan memiliki tantangan dan risiko tersendiri. Captain Andy dikenal sebagai seorang profesional yang berkomitmen tinggi terhadap keselamatan dan pelayanan yang baik kepada penumpangnya.
Selain penyesalan, kepergian Captain Andy juga mengingatkan kita akan pentingnya menghargai perjalanan hidup setiap individu yang berkontribusi positif kepada masyarakat. Kehilangan ini menjadi pengingat akan kerentanan hidup dan perlunya saling mendukung di saat-saat sulit.













