Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Fraksi Partai yang dikenal luas, Rahayu Sarawasti Djojohadikusumo, atau yang akrab disapa Sara, memastikan bahwa ia akan tetap menjalankan tugasnya sebagai anggota DPR meskipun sebelumnya sempat menyampaikan niatan untuk mundur. Keputusan ini muncul setelah Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) menolak pengunduran dirinya, sebuah pernyataan resmi yang dirilis pada Kamis, 30 Oktober.
Keputusan MKD didasarkan pada fakta bahwa Sara tidak pernah secara resmi mengajukan pengunduran diri. Pada saat yang sama, MKD juga tidak menemukan pelanggaran serius pada Sara, kecuali untuk sebuah pernyataan kontroversial yang mencuat pada Februari 2025.
Pernyataan yang dimaksud adalah ketika Sara mengajak masyarakat untuk lebih mandiri dengan berusaha menjadi pengusaha, bukannya bergantung pada pemerintah. Pernyataan ini menjadi viral dan menuai banyak komentar dari publik, terutama dalam konteks protes yang terjadi antara 25 hingga 31 Agustus lalu.
Proses Penelitian oleh Mahkamah Kehormatan Dewan
Mahkamah Kehormatan Dewan telah mempertimbangkan berbagai aspek hukum sebelum mencapai keputusan. Mereka memastikan bahwa semua prosedur dan tata beracara yang berlaku telah diikuti dengan tepat. Hal ini termasuk adanya surat keterangan dari Majelis Kehormatan Partai yang menyatakan status keanggotaan Sara.
MKD DPR RI menyatakan keputusannya untuk mempertahankan Sara sebagai Anggota DPR periode 2024-2029 sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hal ini menunjukkan pentingnya proses yang transparan dan adil dalam menangani isu-isu internal di tubuh DPR.
Sara sendiri belum memberikan pernyataan resmi setelah keputusan tersebut. Meskipun media telah berupaya menghubunginya, respons dari pihaknya masih belum terlihat hingga berita ini ditulis.
Fraksi Partai Gerindra pun menyatakan komitmennya untuk memproses keputusan dari MKD dengan cepat. Mereka berencana untuk berkomunikasi lebih lanjut dengan Sara mengenai langkah selanjutnya yang harus diambil.
Sekretaris Fraksi Bambang Haryadi mengungkapkan niat untuk mendalami keputusan MKD dan melakukan dialog dengan Sara untuk memastikan semua langkah diambil sesuai prosedur yang tepat.
Pernyataan Kontroversial yang Muncul ke Permukaan
Pernyataan kontroversial yang diucapkan oleh Sara membuat banyak kalangan berspekulasi mengenai niatan politiknya. Saat itu, ia menyarankan masyarakat untuk menciptakan lapangan pekerjaan sendiri dan tidak hanya mengandalkan pemerintah. Ini mengundang pro dan kontra diantara masyarakat.
Dalam sebuah video yang diunggah di media sosial, dia menyatakan bahwa pernyataan tersebut telah disalahartikan dan dipandang sebagai sebuah bentuk merendahkan masyarakat. Dia mengaku tidak berniat untuk demikian, melainkan hanya ingin mendorong entrepreneurship.
Melalui video itu, Sara meminta maaf kepada masyarakat atas kesalahpahaman yang terjadi. Ia menyampaikan penyesalannya dan memperjelas bahwa tujuannya adalah untuk menginspirasi, bukan untuk mengecilkan hati orang-orang yang sedang berjuang untuk mencari nafkah.
Sara juga mengumumkan keinginannya untuk mundur dari keanggotaan DPR pada bulan September, namun tanpa memberikan alasan jelas yang mendasari keputusannya. Banyak yang berspekulasi bahwa situasi politik saat itu mempengaruhi keputusan tersebut, mengingat adanya perubahan pada jabatan kabinet di pemerintahan.
Di tengah berbagai isu tersebut, Sara berusaha untuk menegaskan kembali posisinya di DPR dengan menyebutkan bahwa dia dipilih langsung oleh rakyat dalam pemilihan lalu. Ia berargumen bahwa tidak ada jaminan bila dirinya menjadi menteri dalam pemerintahan.
Konsekuensi dan Spekulasi yang Mengelilingi Pengunduran Diri
Setelah berbagai pertimbangan dan pengumuman resmi, terungkap bahwa spekulasi mengenai pengunduran diri Sara berkaitan erat dengan peluangnya untuk mendapatkan jabatan menteri. Beberapa laporan menyebutkan bahwa ia memiliki posisi kuat untuk menduduki kursi Menteri Pemuda dan Olahraga.
Namun, Sara menegaskan bahwa spekulasi tersebut tidak benar dan sama sekali tidak berkaitan dengan keputusannya. Ia secara tegas mengindikasikan bahwa pengunduran dirinya sebagai anggota DPR tidak bertujuan untuk mendesak posisi kabinet yang lain.
Dengan tampil di media sosial, Sara menggambarkan berbagai kegiatan dan laporan kerja DPR-nya, berharap untuk menunjukkan keseriusannya dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat. Ini menjadi bagian dari upayanya menjalin komunikasi yang lebih baik dengan masyarakat.
Walaupun dalam posisi Hindari dari berbagai tudingan dan rumor, fokus utama Sara tampaknya tetap pada pelayanan publik dan kontribusi yang bisa diberikan kepada masyarakat. Ini menunjukkan kompleksitas yang sering dialami oleh politisi dalam menjalani karir mereka di tengah tantangan yang ada.
Pengunduran diri Sara dan keputusan MKD menjadi sinyal penting bagi pengamat politik mengenai kekuatan internal partai dan dinamika yang terjadi di tubuh DPR. Hal ini berpotensi mempengaruhi rekam jejak politik Sara dan dampak yang akan ditimbulkan dalam karirnya ke depan.













