Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia telah meluncurkan inisiatif baru yang bernama Senator Peduli Ketahanan Pangan. Program ini bertujuan untuk memperkuat ketersediaan pangan di seluruh Indonesia, terutama di daerah-daerah yang membutuhkan. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tantangan yang dihadapi masyarakat dalam hal penyediaan dan akses terhadap kebutuhan pokok tersebut.
Ketua DPD, Sultan Najamudin, menjelaskan bahwa program ini akan difokuskan terlebih dahulu di empat provinsi, yakni Bengkulu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Selatan, dan Papua Tengah. Dengan begitu, diharapkan akan muncul dampak positif yang langsung dirasakan oleh masyarakat di wilayah-wilayah tersebut.
“Latar belakang program ini berangkat dari kepentingan masyarakat daerah tentang ketersediaan dan keterjangkauan pangan,” kata Sultan. Dia menjelaskan bahwa aspirasi masyarakat yang mereka dengar telah digabungkan menjadi gerakan nasional yang konkret.
Mendorong Ketahanan Pangan Melalui Program Inovatif
Melalui program Senator Peduli Ketahanan Pangan, DPD RI ingin memastikan bahwa pangan yang tersedia adalah berkualitas dan dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat. Sultan menegaskan bahwa masalah ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan beras dan jagung, melainkan juga bagaimana pemerintah dan masyarakat bisa bersiap menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim dan inflasi harga pangan.
Tantangan-tantangan ini menjadi dasar mengapa program ini sangat penting untuk segera dilaksanakan. Sultan percaya bahwa ketahanan pangan adalah salah satu fondasi penting untuk keberlangsungan hidup rakyat dan negara. Oleh karena itu, DPD RI mengambil inisiatif untuk langsung terjun ke lapangan.
“Ketahanan pangan tidak hanya soal ketersediaan beras atau jagung, tetapi juga bagaimana kita mampu menghadapi guncangan global,” tegasnya. Dengan adanya pemahaman ini, diharapkan semua pemangku kepentingan dapat bersinergi dalam mencapai tujuan bersama.
Acara peluncuran program ini berlangsung bersamaan dengan perayaan ulang tahun ke-21 DPD RI. Sultan menyatakan bahwa lembaganya tidak hanya berfungsi sebagai pengawas kerja eksekutif tetapi juga berperan aktif dalam pembangunan, khususnya dalam hal ketahanan pangan.
Implementasi dan Target Program Jangka Panjang
Program ini direncanakan akan diperluas secara bertahap hingga tahun 2029. Dalam rencana tersebut, setiap provinsi akan mendapatkan kesempatan untuk menerapkan inisiatif ini. Dengan cara ini, diharapkan ada replikasi yang bisa memperkuat ketahanan pangan di daerah-daerah lain. Sultan menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat tergantung pada kerjasama multipihak.
Dia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara DPD, pemerintah daerah, dan masyarakat. Dalam surat edaran yang diterbitkan sebelumnya, Sultan meminta semua anggota DPD untuk aktif bekerja sama dalam memperkuat ketahanan pangan di masing-masing wilayah.
“Dengan kolaborasi yang kuat, saya yakin kita tidak hanya mampu mencapai swasembada pangan, tetapi juga menjadikan Indonesia sebagai kekuatan pangan regional,” ujarnya dengan penuh keyakinan. Melalui program ini, diharapkan ada peningkatan produktivitas pertanian lokal dan penguatan rantai pasokan pangan.
Sultan mengharapkan agar program ini tidak hanya menghasilkan output, tetapi juga memberi dampak yang luas bagi masyarakat. Salah satu bentuk konkret dari inisiatif ini adalah keterlibatan anggota DPD dalam kegiatan menanam langsung di lahan pertanian.
Pentingnya Peran Masyarakat dalam Ketahanan Pangan
Keterlibatan masyarakat sangat krusial dalam mendukung program ketahanan pangan. Masyarakat diharapkan bisa berpartisipasi aktif, tidak hanya sebagai penerima manfaat tetapi juga sebagai pelaku dalam proses produksi pangan. Dalam hal ini, pendidikan dan sosialisasi akan sangat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat.
Program ini juga berfokus pada pemberian akses pangan bergizi kepada masyarakat. Tidak hanya meningkatkan kualitas pangan yang dihasilkan, tetapi juga memastikan bahwa distribusi pangan tersebut sampai kepada mereka yang membutuhkan. Sultan menjelaskan bahwa perlu ada sinergi antara berbagai pihak untuk mencapai tujuan ini.
Tantangan yang dihadapi dalam program ini tentu saja besar, tetapi bukan tidak mungkin untuk diatasi. Dengan adanya arahan yang jelas dan dukungan dari semua pihak, ketahanan pangan di Indonesia bisa diperkuat. Sultan percaya bahwa jika semua berkomitmen, Indonesia bisa menjadi negara mandiri dalam hal pangan.
Secara keseluruhan, program Senator Peduli Ketahanan Pangan diharapkan bisa menjadi tonggak penting dalam upaya mencapai keamanan pangan nasional. Melalui kerja sama dan upaya bersama, akses dan ketersediaan pangan yang berkualitas dapat terwujud.













